JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

2 Kades di Karangayar Dilaporkan ke Kejari. Diduga Selewengkan PTSL, RTLH dan Dana Desa 

Tokoh LSM saat melaporkan ke Kejaksaan Negeri Karanganyar, Rabu (13/11/2019). Foto/Wardoyo


Tokoh LSM saat melaporkan ke Kejaksaan Negeri Karanganyar, Rabu (13/11/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dua Kades di Karanganyar dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu (13/11/2019). Keduanya dilaporkan atas dugaan penyimpangan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan pengelolaan sejumlah dana di desa mereka.

Laporan dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapu Jagad Nusantara.

Dua Kades yang dilaporkan tersebut masing-masing, Kades Ngadiluwih Kecamatan Matesih dan Kades Bakalan, Kecamatan Jumapolo.

Ketua LSM Sapu Jagad Nusantara, Roby Wahyudi mengatakan, Kades Ngadiluwih dilaporkan atas sejumlah kasus dugaan penyimpangan. Di antaranya dugaan pungutan PTSL, dugaan penyimpangan rehab rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan insfrastruktur pembangunan desa, baik yang berasal dari dana desa, maupun dana aspirasi dari DPRD Karanganyar.

Advertisement
Baca Juga :  Sempat Pingsan, Pendaki Lawu Asal Madiun Tewas Saat Mendaki di Jalur Cemoro Kandang. 70 Personel Relawan Dikerahkan Evakuasi

Tak hanya itu, serta menyewakan bantuan alat pertanian kepada warga yang seharusnya berhak untuk menggunakan bantuan alat pertanian tersebut.

Ia menguraikan untuk program PTSL, Kades Ngadiluwih dalam sosialisasi kepada masyarakat, menjelaskan bahwa PTSL adalah sebuah perusahaan pemenang tender yang bertanggungjawab dalam program pensertifikatan tanah gratis tersebut.

Menurutnya, hal itu merupakan pembodohan masyarakat.

Baca Juga :  Ketua PSHT Karanganyar Suhanto SH Tutup Usia

Dalam sosialisasi tersebut, untuk biaya pengurusan melalui PTSL tersebut, sebesar Rp 500.000, dengan perincian Rp 350.00 untuk PTSL dan Rp 150.0000 untuk panitai PTSL.

Dari hasil penelusuran dilapangan, Roby mengungkapkan, Kades memungut biya sebesar Rp 500.000- Rp 750.000 per bidang dengan total bidang secara keseluhan mencapai 870 bidang.

Sedangkan untuk program RTLH, Kades Ngadiluwih berdalih akan mencarikan bantuan RTLH bagi warga miskin ke Pemkab Karanganyar.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua