JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Aksi Bunuh Diri Gegerkan Warga Kedungsari. Korban Sampaikan Wasiat Mengejutkan, Kalau Belum Pulang Disuruh Mencari ke Sini! 

Ilustrasi evakuasi korban gantung diri. Foto/Wardoyo
Ilustrasi evakuasi korban gantung diri. Foto/Wardoyo

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus bunuh diri kembali terjadi di Kebumen. Setelah beberapa waktu yang lalu masyarakat Kebumen dikagetkan dengan kabar meninggalnya seorang warga Puring yang mengakhiri hidupnya sendiri dengan sebilah pisau, Rabu (20/11/2019) giliran seorang warga Desa Kedungsari, Klirong yang bunuh diri dengan cara menggantung pada sebatang pohon.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Polsek Klirong dan Tim Inafis Polres Kebumen, pelaku bunuh diri bernama Yuswanto (30), penduduk Dukuh Singkil RT 04/RW01 Desa Kedungsari, Kecamatan Klirong, Kebumen.

“Malam sebelum kejadian, almarhum Yuswanto cuma berkata kepada keluarganya. Kalau pukul sembilan malam dia belum pulang, dia berada di sekitar rumah,” papar Kapolsek Klirong AKP Diyono yang mendatangi TKP bersama Tim Olah TKP Inafis Polres Kebumen.

Baca Juga :  Tertangkap Hendak Tawuran, Puluhan Remaja di Gemuh Dikukut Polisi. Baju Langsung Dilucuti, Polisi Amankan Senjata Tajam dan Kayu Bermata Paku

Kapolsek menguraikan dari hasil pengecekan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Setelah selesai dilakukan Olah TKP dan pemeriksaan oleh tim medis, korban diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kasubbag Humas Iptu Tugiman mengutarakan keprihatinannya atas banyaknya kejadian bunuh diri di Kebumen.

Baca Juga :  Bangun Mental Baja dalam Berbisnis, Ganjar Fokus Kembangkan UMKM di Jateng

“Kami sangat menyayangkan banyaknya kasus bunuh diri di Kebumen. Kami berharap kepada masyarakat Kebumen untuk lebih peduli dan memperhatikan keluarga dan lingkungan,” tukasnya.

Banyak hal yang menjadi pemicu munculnya niat orang untuk mengakhiri hidupnya sendiri, seperti sakit menahun yang tak kunjung sembuh misalnya.

“Berikan bimbingan rohani kepada orang yang mulai menunjukan tanda tanda putus asa, kalau kita merasa tidak mampu ya bisa minta bantuan tetangga atau orang yang berpengaruh dan memiliki ilmu agama yang cukup.” himbau Iptu Tugiman. JSnews