JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Bejat, Bapak di Kaligondang Tega Perkosa Anak Tiri Selama 3 Tahun Sampai Tak Ingat Berapa Kali Menyetubuhi. Tak Berkutik Saat Diciduk Polisi 

Foto/Humas Polda
Foto/Humas Polda

PURBALINGGA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kelakuan pria ini benar-benar kelewat bejat. Betapa tidak ia tega memperkosa anak tirinya sendiri selama tiga tahun sampai tak ingat berapa kali melakukannya.

Pria berinisial BD (38) warga Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga. Pasalnya ia melakukan persetubuhan terhadap anak tirinya yang masih di bawah umur.

“Satreskrim Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus persetubuhan di bawah umur. Tersangka merupakan bapak tiri korban. Sedangkan anak tiri korban berinisial AAP saat ini berusia 12 tahun,” kata Kabag Operasi Polres Purbalingga Kompol Sigit Ari Wibowo dalam konferensi pers, Selasa (12/11/2019) seperti dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Baca Juga :  Polres Sragen Bekuk Predator Anak di Bawah Umur asal Mondokan. Bermodus Ancam Viralkan Foto-Foto Korban, Pelaku Perkosa Korban-Korbannya di Kuburan Cina

Disampaikan Sigit, modus yang dilakukan yaitu pada malam hari, tersangka yang tinggal serumah mendatangi kamar korban.

Kemudian ia menyuruh anak tirinya yang sedang tidur untuk membuka baju kemudian dilakukan persetubuhan. Walaupun sempat menolak namun karena takut korban menuruti kemauan ayah tirinya.

“Dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku sudah melakukan persetubuhan terhadap anak tirinya sejak tahun 2016. Tersangka mengaku tidak ingat berapa kali ia telah melakukan aksinya,” jelasnya.

Dijelaskan Kabagops, ungkap kasus berawal saat korban bercerita kepada teman sekolah tentang tindakan ayah tirinya.

Hal itu kemudian dilaporkan ke guru di sekolah yang diteruskan kepada ibunya. Mendapati informasi tersebut, ibu korban kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian.

Baca Juga :  Tenaga Medis di Blora Berduka, Kepala Puskesmas Cepu Meninggal Akibat Terinfeksi Covid-19

“Dari laporan ibu korban, kemudian Unit PPA Satreskrim Polres Purbalingga mengamankan tersangka di rumahnya, Kamis (7/11/2019). Saat dimintai keterangan tersangka mengakui semua perbuatannya,” jelas kabagops.

Tersangka dikenakan pasal 81 ayat (2) dan ayat (3) Undang Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman pasal tersebut yaitu pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. JSnews