JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Derita Maryadi-Harnita, Pasutri Miskin di Tawangmangu Karanganyar Penderita Jantung Bocor dan Kanker. Tak Punya Biaya, Anak Terpaksa Diikutkan Kerabat 

Kondisi Hernita terbaring lemah di kamar tidurnya. Foto/Wardoyo
Kondisi Hernita terbaring lemah di kamar tidurnya. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kisah penderitaan kaum papa kembali menyeruak di Karanganyar. Kali ini, sepasang suami istri asal Dusun Klatak RT 1/1, Karangpandan, Tawangmangu, Maryadi-Hernita, harus pasrah menerima cobaan berat.

Keduanya divonis menderita penyakit berat yang memaksa mereka harus berjuang bertahan hidup dalam deraan sakit.

Kondisi ekonomi yang terbilang jauh dari mampu, membuat mereka hanya bisa mengandalkan bantuan tanpa bisa berdaya untuk berobat lantaran keterbatasan dana.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasangan ini hanya mengandalkan hasil berjualan roti bakar dengan penghasilan tak seberapa. Hasilnya juga sebagian digunakan untuk biaya pengobatan keduanya.

Baca Juga :  Kasus Kematian Pasien Rizky Adi Nugroho Saat Diopname di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, Keluarga Tuntut Ada Mediasi Ulang. DKK Klaim Penangan Rumah Sakit Sudah Prosedural

Sang suami Maryadi, menderita penyakit  jantung bocor sedangkan Hanita, istrinya mengidap penyakit kanker rektum. Maryadi yang merupakan tulang punggung keluarga, tidak dapat bekerja memenuhi kebutuhan keuarganya secara layak.

Akibatnya, kondisi perekonomian mereka, semakin hari semakin terpuruk. Untuk dapat bertahan hidup, mereka hanya mengandalkan bantuan para tetangga.

“Kehidupan keluarga ini cukup memprihatinkan. Mereka membutuhkan perhatian dan bantuan para dermawan,” kata Koordinator Pejuang Sosial Community, Marfuah Dwiyanti, Minggu (10/11/2019).

Menurut Marfuah, kondisi ekonomi yang sulit, memaksa pasangan suami isteri ini, merelakan putera sulungnya dirawat dan dibiayai oleh sang nenek di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sedangkan putra kedua, Ramadan kini bersekolah di salah satu SMK swasta di Solo. Lagi-lagi, biaya sekolah Ramadan selama ini harus disokong oleh kerabat.

Baca Juga :  Mengganas, 54 Warga Karanganyar Meninggal Suspek Covid-19 dan 22 Warga Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Total Kasus Tembus 448, Jumlah Warga Meninggal Capai 90 Orang

“ Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasangan ini hanya mengandalkan dari berjualan roti bakar dan selebihnya dari bantuan. Untuk sementara, putra sulung mereka, Riyan Setiawan, harus dikirim ke rumah neneknya di Sambas, Kalimantan Barat. Seluruh biaya pendidikan, ditanggung oleh kerabatnya,” ujar Marfuah. Wardoyo