JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

DPR Tengarai Ada Mafia Di Balik Mahalnya Harga Avtur

Ilustrasi pengisian Avtur. Foto: Triawati

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tingginya harga avtur di tanah air hingga lebih mahal ketimbang luar negeri, ditengarai disebabkan oleh adanya praktik mafia di Pertamina.

Demikian diungkapkan oleh anggota DPR Komisi V dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sofyan Ali.

Ia mensinyalir ada permainan mafia minyak dalam penentuan harga avtur. Prasangka itu muncul lantaran saat ini harga avtur di dalam negeri lebih tinggi  ketimbang harga yang berlaku di luar negeri.

“Soal avtur, apakah ini ketidaktahuan saya tentang adanya karut marut permasalahan di Pertamina? Apakah ini ada mafia-mafia di Pertamina?” ujarnya dalam rapat kerja DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Baca Juga :  Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber: Pelaku Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Sofyan merasa ganjil dengan penjelasan Pertamina soal avtur. Ia menduga ada yang tidak beres lantaran perusahaan minyak dalam negeri tidak punya patokan sendiri untuk menentukan tarif bahan bakar pesawat.

Dalam rapat tersebut, Pertamina menjelaskan ihwal penyebab tingginya harga avtur. Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina Persero Basuki Trikora Putra mengatakan entitasnya mengacu pada harga minyak Mean of Platts Singapore atau MOPS.

“MOPS itu memang publikasi dari lembaga di Singapura untuk harga produk. Itu dipakai di negara- negara Asia Tenggara bahkan hingga Jepang pun itu menjadi harga acuan,” ucapnya.

Dengan MOPS, Harga avtur akan berubah dalam dua kali sebulan, yakni tanggal 1 dan 15. Kebijakan ini, ujar Basuki, telah disepakati oleh pembeli, salah satunya maskapai penerbangan.

Baca Juga :  Rahmat, Saksi Kasus Joko Tjandra Dicekal Selama 6 Bulan

Pertamina saat ini menjadi pemain tunggal penjual avtur di Tanah Air. Pertamina menyetok bahan bakar pesawat di 65 bandara, baik di rute domestik maupun internasional.

Sebanyak 81 persen avtur didistribusikan untuk rute domestik dan sisanya perjalanan ke luar negeri.

Basuki mencatat, setiap bulan, Pertamina memasok avtur untuk Garuda, Lion Air Group, Citilink, Sriwijaya, dan maskapai lain.

Sebanyak 31 persen avtur dipasok untuk Garuda Indonesia, 24 persen lainnya Lion Air, 9 persen untuk Citilink, dan 8 persen untuk Sriwijaya.

“Sisanya ke maskapai lain,” ucapnya.

www.tempo.co