JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hujan Tangis Iringi Pemakaman Siswa PSHT Sragen Yang Tewas Terkena Tendangan Perut dari Pelatih. Korban Dimakamkan di Kalijambe

Ilustrasi warga PSHT saat mengusung jenasah dan mengantar salah satu warga PSHT ke pemakaman. Foto/Wardoyo
Ilustrasi warga PSHT saat mengusung jenasah dan mengantar salah satu warga PSHT ke pemakaman. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Jenasah MA (13) siswa perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT) asal Saren, Kalijambe, Sragen, akhirnya dimakamkan Senin (25/11/2019) siang di pemakaman umum desa setempat.

Hujan tangis mengiringi kepergian bocah siswa kelas 1 MTS yang tewas saat latihan PSHT di wilayah Kaloran, Gemolong, Minggu (24/11/2019) malam tersebut.

“Korban sudah dimakamkan kemarin siang pukul 14.00 WIB. Di pemakaman umum desa setempat,” papar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Kalijambe, Iptu Aji Wiyono, Selasa (26/11/2019).

Pemakaman MA dihadiri sejumlah pengurus cabang hingga ranting PSHT. Termasuk rekan-rekan seangkatan MA yang baru beberapa bulan berlatih.

Suasana haru dan isak tangis mengiringi pemberangkatan jenasah bocah cilik itu menuju pemakaman.

Pemakaman sempat tertunda lantaran jenasah MA harus diotopsi terlebih dahu di Solo.

Ketua Cabang PSHT Sragen Pusat Madiun, Jumbadi mengatakan pihaknya bersama jajaran pengurus cabang dan ranting serta pelatih di Gemolong, juga turut hadir di rumah duka untuk mengucapkan belasungkawa.

Baca Juga :  Insiden Viral Ratusan Pelamar Berdesakan Sampai Terinjak-Injak di Pabrik Boneka Masaran Sragen, Dinas Sesalkan Manajemen Tak Koordinasi Dulu

“Kami datang ke rumah duka sekitar pukul 11.00 WIB,” tuturnya.

Seperti diberitakan, siswa kelas satu MTS itu ditemukan meregang nyawa saat mengikuti latihan rutin perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT).

Insiden tragis itu terjadi tadi malam, Minggu (24/11/2019) pukul 23.00 WIB. Siswa mungil itu meninggal diduga mendapat latihan fisik dan tendangan dari seniornya.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden itu terjadi saat korban mengikuti latihan di wilayah Dukuh Ngrendeng RT 22, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong, Sragen.

Menurut sejumlah saksi, malam itu korban mengikuti latihan bersama sekitar 20 peserta PSHT pemula lainnya.

Korban mengikuti latihan mulai pukul 20.00 WIB. Semula, latihan berjalan biasa saja.

Saat korban mengikuti latihan dan sedang posisi kuda-kuda kemudian diberikan tendangan A atau dengan ujung kaki oleh seniornya, FAS (16) asal Donoyudan, Kalijambe satu kali ke arah perut, korban langsung terjengkang dan jatuh ke belakang.

Baca Juga :  Kampanye Pilkada Sragen, Cabup Yuni Siapkan Konsep Lomba Virtual dan Akan Pilih Cara Santun. "Langsam, Tenang, 9 Desember Menang!"

Seketika itu, korban langsung kejang-kejang. Situasi latihan langsung geger. Seketika, FAS langsung berusaha menolong korban dengan cara diurut perutnya.

Namun korban tidak sembuh kemudian korban dibawa oleh beberapa senior lainnya ke bidan di wilayah Saren.

Namun kondisi korban tetap tak sadarkan diri.

Korban kemudian dirujuk ke RS Yakssi Gemolong namun sesampai di RS Yakssi korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas, AKP Harno membenarkan kejadian itu. Menurutnya, kronologi kejadian bermula ketika ada latihan warga yunior PSHT di wilayah Gemolong.

“Yang senior melakukan tendangan. Nah, setelah mendapat tendangan, korban langsung terjatuh dan tak sadarkan diri. Sempat dibawa ke rumah sakit, namun sudah dinyatakan meninggal dunia,” papar AKP Harno.

Saat ini, kasus itu sedang ditangani intensif oleh Satreskrim Polres Sragen. Wardoyo