JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Gawat, Hasil Pemeriksaan, 60 % Tamu Undangan di Rumdin Bupati Karanganyar Terdeteksi Punya Kolesterol di Atas Ambang Batas 

Foto/Humas
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Angka penderita penyakit tidak menular di Karanganyar mulai mengkhawatirkan. Bahkan dari pengecekan kolesterol secara acak di Rumdin Bupati kemarin, 60 persen tamu undangan yang mengecek, angka kolesterolnya menunjukkan angka di atas ambang normal.

Fakta itu terungkap saat acara penyerahan alat deteksi dini penyakit tidak menular dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar memberikan ke 140 desa/kelurahan di Rumah Dinas Bupati.

Melalui alat itu, masyarakat dapat lebih mudah memeriksakan kondisinya dan melakukan antisipasi sejak dini.

Sebelum acara penyerahan secara simbolis alat deteksi dini, para tamu undangan diminta memeriksakan diri di stan-stan tersedia. Dari 120 orang, sebanyak 72 atau 60 persen diantaranya terdeteksi menderita kolesterol di atas ambang batas.

Baca Juga :  Pembina Klub Sepakbola BFA Karanganyar Tuding Panitia Kongres PSSI Tidak Akomodatif. Ini Pemicunya!

“Dari seluruh penyakit yang ditangani medis, 21 persen itu diabetes dan 26 persen hipertensi. Ketahuannya setelah muncul gejala penurunan kondisi tubuh. Alangkah baiknya tahu kondisi itu sebelum memburuk,” kata Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo.

Alat deteksi dini itu berisi pengukur tekanan darah, timbangan digital serta pengukur digital untuk gula darah sewaktu, asam urat dan kolesterol. Diharapkan, alat tersebut dimanfaatkan merata meski terbatas. Misalnya dipinjamkan ke PKK, posyandu lansia dan di berbagai kesempatan perkumpulan warga.

Baca Juga :  Bakar Bendera PKI, Aliansi Masyarakat Karanganyar Tolak RUU HIP & Desak DPR Cabut Selamanya Dari Prolegnas

“Sebelumnya sudah ada pengadaan ke desa atau kelurahan lain. Ini yang kedua. Idealnya sampai ke dusun-dusun,” katanya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan peralatan yang sudah diterima kades, hendaknya didistribusi secara adil.

“Itu bukan untuk kades. Tapi buat warganya. Jadi pergunakan secara bijak. Semoga bisa membantu warga membuat pilihan. Atasi sejak dini begitu tahu dirinya sakit,” katanya. Wardoyo