JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Opini

Gibran Dinilai Nggege Mangsa

Begog D Winarso, Penulis Isu Politik. Istimewa

* BURSA calon wali kota di Pilkada 2020 Kota Surakarta (Solo) semakin gayeng, meriah. Di tengah “pertempuran” di internal PDI Perjuangan (PDIP) antara Achmad Purnomo dan Gibran Rakabuming Raka – memperebutkan tiket dari DPP PDIP – beredar rumor yang bisa jadi membuat tensi politik di Kota Solo naik.

* Rumor atau kabar angin itu menyebutkan, beberapa komunitas pengusaha Solo sepakat mengusung pasangan calon wali kota-wakil wali kota untuk ditarungkan di Pilkada Solo, yang akan dilaksanakan pada 23 September 2020. Pasangan yang diajukan melalui jalur perseorangan atau independen ini berinisial H (calon wali kota) dan R sebagai calon wakil wali kota. Keduanya pengusaha sukses.

* Relasi saya seorang pengusaha – yang ikut menginiasi mengusung dua sejawatnya maju di Pilkada Solo – itu mengatakan, pasangan H dan R sudah dideklarasikan akhir Oktober lalu secara tertutup. “Maksud kami, deklarasinya tidak diumumkan ke publik,” terangnya.

* Saat deklarasi di rumah seorang pengusaha muda, mereka berhasil mengantongi sebanyak 6.700 foto kopi KTP (kartu tanda penduduk) lengkap dengan surat pernyataan dukungan. Dukungan semakin bertambah terus. Hingga Rabu (20/11), dukungan bertambah menjadi 18.751 pemilih.

Baca Juga :  Pilkada Solo 2020, Gibran-Teguh Vs Bajo Akan Debat Pada Tanggal 6 November

* “Kami optimistis, hingga batas waktu akhir pendaftaran ke KPU Solo pada tanggal 5 Maret 2020, bisa terkumpul 36 ribu dukungan. Ini berarti, syarat calon independen sebanyak 35.870 dukungan terlampui,” dia menambahkan.

* Saya mencatat, jumlah DPT Kota Solo pada Pemilu 2019 sebanyak 421.999 pemilih. Untuk calon independen diwajibkan mengumpulkan 8,5 persen dukungan dari jumlah DPT yang ada. Atau setara dengan 35.870 dukungan. Persyaratan sebanyak itu – berupa foto kopi KTP beserta surat pernyataan dukungan – diserahkan ke KPU mulai 11 Desember 2019 hingga 5 Maret 2020.

* Komunitas pengusaha pengusung calon independen itu beralasan bahwa apa yang dilakukan sebagai wujud kepeduliaannya terhadap jalannya demokrasi di Solo. Mereka menilai parpol-parpol yang memiliki kursi di DPRD Solo mandul. Seolah sengaja mematikan demokrasi di daerahnya. Salah satu buktinya adalah hingga kini lima partai pemilik kursi di legislatif (PKS, PAN, Gerindra, Golkar, dan PSI) masih tiarap. Tidak berkoalisi mengusung calon. Padahal, jika mereka berkoalisi bisa mengusung pasangan calon.

Baca Juga :  Ziswaf Masjid Berbasis Elektronik

* Selain itu, gabungan pengusaha tersebut dengan terus terang mengaku sebagai pendukung calon dari DPC PDIP Solo, yakni Achmad Purnomo-Teguh Prakoso (Puguh). Tapi dalam perkembangnnya, mereka mengusung calon independen untuk mengansipasi jika Puguh tidak dapat rekomendasi dari DPP PDIP. Dan, rekomendasi diberikan ke Gibran yang dinilainya kader PDIP kemarin sore dan sangat berambisi menjadi Wali Kota Solo.

* Apabila itu yang terjadi pasangan Puguh akan ditarik ke kubunya menggantikan pasangan H dan R.

“Pokoknya, kami siap melawan Gibran dan pasti menang, ” ujar pengusaha tadi. * Meski semua itu baru sebatas rumor menunjukkan bahwa ada komunitas tertentu di Solo yang menolak mendukung Gibran. Hasil pantuan saya di lapangan, banyak komunitas yang tidak simpati pada Gibran jika maju nyalon wali kota.

* Mereka yang bersikap begitu, umumnya menilai Gibran nggege mangsa, terlalu terburu-buru, menjadi pejabat politik.

* Akhir kata, semua itu menjadi tantangan bagi Gibran bahwa dirinya mampu menjadi pejabat politik dan kenal dekat dengan warga Solo di semua lapisan. Begog D. Winarso, Wartawan Senior