loading...
Loading...
Salah satu rekaman CCTV yang menunjukkan oknum yang menarik uang di ATM rekening korban saat diputar oleh petugas BRI Cabang Sragen dan ditunjukkan kepada korban ketika melaporkan kasus pembobolan rekening beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Misteri pembobolan rekening tabungan milik nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) asal Tanon, Sragen, Septi Setianingsih (22) akhir September 2019 silam akhirnya mulai menemui titik terang.

Setelah satu bulan berjalan, tim Polres Sragen akhirnya menciduk satu orang yang terindikasi mengarah sebagai pelaku pembobolan tabungan Rp 41 juta milik nasabah asal Dukuh Karangkulon RT 22, Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen itu.

Satu orang yang diamankan itu berinisial AP (25) asal Dukuh Karangkulon, Kecik, Tanon. Pemuda itu diamankan oleh tim Resmob Polres Sragen, Rabu (13/11/2019) petang.

Data yang dihimpun di lapangan, AP diamankan oleh empat orang personel Resmob sekitar pukul 16.00 WIB. Ia ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Sragen.

“Iya, tadi sore ditangkap oleh empat petugas. Langsung dibawa ke Polres. Polisinya bawa mobil Avanza silver,” ujar S, salah satu tetangga, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, Jumat (15/11/2019).

Menurut sejumlah warga dan tokoh setempat, sebelum penangkapan, beberapa hari sebelumnya tim kepolisian sudah mendatangi dan memintai keterangan beberapa tokoh dan orang-orang sekitar tempat tinggal AP.

Termasuk meminta keterangan keluarga korban terkait kasus itu. Bahkan keluarga korban bersama beberapa warga sempat dipanggil ke Polres untuk menyaksikan sekitar lima rekaman CCTV.

Dari rekaman CCTV itu menunjukkan aksi pengambilan uang di beberapa ATM yang identik dengan waktu terkurasnya rekening tabungan milik korban.

Dari sejumlah rekaman CCTV yang diputar, semuanya mengarah pada wajah satu orang terduga pelaku yakni AP.

Menurut saksi, dari beberapa rekaman pengambilan uang, tampak ada rekaman yang menunjukkan AP keluar dari mobil sedan miliknya yang identik juga dengan mobil yang ada di rumah AP saat ini.

“Iya, Alhamdulillah terduga pelakunya sudah ketemu Mas,” ujar Supri, kakak korban.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Supardi membenarkan penangkapan salah satu warga Karangkulon, Kecik, Tanon, yang diduga terkait dengan aksi pembobolan rekening nasabah BRI di Tanon tersebut.

Menurutnya saat ini yang bersangkutan masih di Mapolres untuk kepentingan pendalaman dan pemeriksaan.

Baca Juga :  Udara Sragen Makin Panas, Kodim Prakarsai Penghijauan Massal 26.950 Bibit Pohon di 20 Kecamatan

“Iya benar. Saat ini masih kami lakukan pendalaman di Mapolres,” paparnya saat dihubungi, Jumat (15/11/2019).

Penangkapan AP sekaligus mengakhiri beragam spekulasi yang berkembang di masyarakat soal misteri raibnya uang puluhan juta yang terkuras di rekening milik Septi.

Ibu Korban Langsung Syok dan Meninggal 

Kasus ini sempat membuat heboh dan viral di media lantaran insiden itu juga merenggut nyawa ibu kandung Septi, Sumiyati (47).

Sumiyati yang sedang dalam masa pemulihan dari gejala stroke, langsung syok usai mendengar kabar tabungannya yang disimpan atas nama putrinya di Bank BRI Unit Suwatu Tanon itu, mendadak terkuras Rp 41 juta.

Menurut putra sulungnya, Supri, uang tabungan itu merupakan hasil penjualan pekarangan warisan almahum ibunya yang rencananya akan dibelikan sawah untuk mata pencaharian bapaknya yang selama ini hanya buruh tani.

Uang hasil warisan Rp 80 juta itu memang disimpan di Bank atas nama adiknya, Septi. Selama ini yang memegang buku rekening, ATM dan mengetahui nomor PIN ATM hanya Septi.

Septi menuturkan insiden pembobolan rekeningnya itu terjadi ketika dirinya sedang merantau di Palembang, Sumsel bersama suaminya, Didik (24).

Saat berada di Palembang, mendadak ia dikejutkan dengan berondongan pesan singkat berisi notifikasi SMS Banking dari BRI di HP-nya pada tanggal 29 Agustus 2018 silam.

Saat itu ada 10 pesan masuk berisi notifikasi penarikaan uang dari rekeningnya. Penarikan tertanggal 28 Agustus 2019 sebanyak 6 kali dengan jeda waktu hanya beberapa menit.

Sontak pesan notifikasi penarikan itu membuatnya kaget. Sebab ia merasa tak pernah menarik atau mengambil uang dari rekeningnya pada tanggal itu.

Kemudian, meskipun buku rekening dan kartu ATM ditinggal di rumah, selama ini yang mengetahui nomor PIN ATM hanyalah ia dan bapaknya, sementara anggota keluarga lain, ibu dan kakaknya juga tak paham soal tabungan dan bank.

“Waktu saya tinggal, uang di rekening ada sekitar Rp 82 juta. Itu hasil dari jual bagian tanah warisan ibu saya,” tutur Septi, sebulan lalu.

Baca Juga :  Berikut Daftar Kerusakan Akibat Angin Puting Beliung di 4 Kecamatan di Sragen. Total Ada 35 Rumah Rusak! 

Keluarga Parno tinggal di rumah kecil di Dukuh Karangkulon. Meski dua anaknya, Supri dan Septi sudah berkeluarga, namun selama ini masih tinggal bersama satu rumah dengan orangtua.  Ketiadaan ekonomi membuat mereka belum bisa membuat rumah. Bahkan Septi terpaksa harus merantau mengikuti suami untuk mencari modal.

Septi kemudian menguraikan dari SMS Banking BRI itu diketahui ada penarikan beruntun sebanyak 6 kali tanggal 28 Agustus 2019.

Masing-masing Rp 500.000, Rp 200.000. Rp 2,4 jt, Rp 2,4 jt, Rp 2,4 jt, dan Rp 2 jt. Penarikan itu tercatat dilakukan beruntung hanya dalam selang beberapa menit saja.

Dari notifikasi SMS Banking, terekam penarikan terjadi pukul 14.13 WIB, 15.55 WIB, 15.15 WIB, 15.13 WIB, 15.15 WIB dan 15.35 WIB.

Tak cukup sampai di situ, esok harinya, Septi kembali dibuat syok setelah menerima pesan SMS notifikasi penarikan uang di rekeningnya. Dari SMS banking tercatat penarikan terjadi tanggal 29 Agustus 2019 sebanyak empat kali. Yakni Rp 2,5 juta pukul

02.59 WIB, Rp 2,5 juta pada pukul 02,59 WIB, Rp 2,5 juta pukul 02.59 WIB dan Rp 2,5 juta jam 03.00 WIB.

Merasa ada yang janggal, ia seketika langsung menelepun bapaknya yang ada di rumah apakah menarik uang. Saat itu, bapaknya menjawab dan memastikan tidak melakukan transaksi apapun, atau menyuruh orang mengambil uang di rekening.

Karena ada yang tak beres, Septi dan suaminya akhirnya memutuskan pulang dari Palembang menuju Sragen dan melaporkan terkurasnya uang di rekening itu ke Polres Sragen 9 Oktober silam. Tim JSnews 

 

Loading...