JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jadi Polemik di Tanah Air, Ini Penilaian Media Asing Terhadap Penunjukan Ahok Sebagai Komisaris Utama Pertamina

Basuki Tjahaja Purnama / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski memunculkan polemik di dalam negeri, namun penunjukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Komisaris Utama di PT Pertamina mendapat apresiasi positif dari media asing.

Media Singapura, Straits Times, melaporkan pada 21 November 2019, dengan memandang positif penunjukan Ahok sebagai figur yang mapu menciptakan efisiensi dan memberantas korupsi di Pertamina.

Sementara media asal AS, New York Times, memaparkan perjalanan kasus Ahok dan mengambil alasan Erick Thoir, menteri BUMN, kenapa menunjuk Ahok.

“Kami membutuhkan figur terobosan untuk menempatkan semua ini sejalan dengan target. Beri kami kesempatan untuk bekerja dan melihat hasilnya,” kata Erick Thohir.

South China Morning Post mengambil sudut laporan lain dengan mengulas apakah penunjukan Ahok menandai kembalinya ia ke politik.

SCMP mengutip pandangan pakar bagaimana melihat penunjukkan Ahok sebagai komisaris utama Pertamina.

Baca Juga :  Bersepeda Kini Diatur dalam Permenhub, Sanksi bagi yang Melanggar Diserahkan ke Pemda: Bisa dengan Sita Sepeda

“Saya pikir jika Ahok akan cocok dengan perusahaan milik negara, ia akan menjadi orang teratas, karena saya tidak bisa melihatnya bekerja dengan baik dengan seseorang di atasnya,” kata Keith Loveard, seorang analis di Concord Consulting. “Tapi mungkin sulit di salah satu perusahaan besar seperti Pertamina di mana tingkat pengetahuan industri sangat membantu.

“Dia memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi besar dan telah menunjukkan kapasitasnya untuk mencari inefisiensi dan korupsi. Selama dia tidak terlalu suka berpendapat, dan kita semua tahu dia memiliki kebiasaan berbicara banyak, dia akan berjasa bagi organisasi.”

Nikkei Asian Review, media finansial besar asal Jepang, melihat penunjukan Ahok sebagai langkah reformasi untuk Pertamina.

“Dibutuhkan reformasi sekarang lebih dari sebelumnya karena sektor minyak dan gas Indonesia dihadapkan dengan krisis menipisnya cadangan minyak, sementara dalam jangka pendek pemerintahan Joko Widodo ingin mengekang impor bahan bakar yang mahal untuk memadamkan defisit perdagangan dan neraca berjalan Indonesia yang terus menerus dengan latar belakang perang dagang AS-Cina,” tulis laporan Nikkei Asian Review.

Baca Juga :  Penderita Covid-19 Meningkat, Muhammadiyah Jateng Minta Pilkada Ditunda Demi Keselamatan Warga

Erick Thohir secara resmi menyatakan penunjukan Ahok sebagai Komisaris Pertamina kemarin, Jumat, 22 November 2019.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu rencananya bakal menggeser posisi Tanri Abeng. Di Pertamina, Ahok akan didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin yang menjabat sebagai wakil komisaris utama.

Menanggapi penunjukan ini, Ahok mengatakan kepada Tempo dalam pesan pendek pada 23 November, “Kan sekarang belum masuk (Pertamina). Kalau sudah kerja, baru komentar.”

Ahok bakal ditabalkan sebagai bos Pertamina dalam Rapat Umum Pemegang saham atau RUPS pada Senin (25/11/2019). Belum jelas jam pasti pengangkatan Ahok pada awal pekan besok.

www.tempo.co