loading...
Loading...
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penangkapan dan penggeledahan rumah terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Cirebon, dipastikan bakalbterus dilanjutkan dan dikembangkan.

Demikian dikatakan oleh Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi.

“Jumlahnya cukup banyak, nanti saya rilis,” kata Rudy.

Rudy juga membenarkan jika kemarin telah dilakukan penangkapan di sejumlah titik, bahkan tidak hanya di Cirebon namun juga di banyak tempat.

“Cukup banyak, nanti saya rilis di Polda,” kata Rudy saat berkunjung ke Markas Polres Cirebon, Selasa (19/11/2019).

Rudy juga mengungkapkan jika dalam beberapa hari ini masih akan ada penangkapan sejumlah terduga teroris.

Baca Juga :  Hati-hati dalam Bermedia Sosial, Ibu Ini Divonis 7 Bulan Karena Cemarkan Nama Baik Orang Lain

“Di Cirebon banyak yang ditangkap dan banyak juga yang disita. Nanti jumlahnya saya sampaikan semua,” kata Rudy.

Sementara itu Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy, membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan di sejumlah rumah di wilayah Cirebon Kota.

“Tapi kami hanya back up. Karena yang melakukan penggeledahan Densus 88,” kata Roland.

Saat ditanyakan apakah terkait dengan jaringan pengeboman di Medan, Roland mengaku belum tahu pasti. Roland hanya mengetahui jika penangkapan kali ini terkait dengan jaringan JAD.

Seperti diberitakan sebelumnya, penggeledahan telah dilakukan sedikitnya di dua titik di Kota Cirebon.

Baca Juga :  Dukung Ahok, Dahlan Iskan Buka Kartu Soal Pekerjaannya sebagai Komut Pertamina

Masing-masing di rumah milik Tanto, di Taman Kalijaga Permai RT 09 RW 13 Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Penggeledahan juga dilakukan di rumah kontrakan milik Kustomo di RT 01 RW 04 Kelurahan/Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

www.tempo.co

Loading...