JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kejar Kekurangan Rp 2 Miliar, Petugas Retribusi Pasar di Sragen Bakal Digenjot Kutip Tiap Hari. Bank Jateng Diminta Tambah Agen Keliling Pasar 

469
Tedi Rosanto. Foto/Wardoyo
loading...
Loading...
Tedi Rosanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Perdagangan Kabupaten Sragen menerapkan kebijakan baru dengan menerjunkan petugas retribusi pasar untuk mengutip retribisi setiap hari.

Langkah itu dilakukan menyusul realisasi pendapatan retribusi pedagang pasar yang masih kurang hampir Rp 2 miliar menjelang sebulan berakhirnya tahun anggaran 2019.

Kepala Dinas Perdagangan Sragen, Tedi Rosanto mengatakan untuk sektor retribusi, tahun 2019, Dinas Perdagangan dipatok Rp 8,5 miliar.

Hingga bulan ini, realisasi pendapatan sudah mencapai hampir Rp 6 miliar.

Masih seretnya pendapatan, menurutnya salah satunya dipicu oleh kurangnya kesadaran pedagang dan pola pengutipan yang dilakukan.

Karenanya, guna mengejar sisa waktu dan target itu, pihaknya menerapkan strategi baru dengan menerjunkan petugas retribusi setiap hari.

“Kalau dulu kan perminggu. Sekarang tiap hari mereka kita terjunkan. Ini kami pacu terus sambil sosialisasi agar menggugah kesadaran pedagang untuk tertib membayar retribusi,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, Rabu (27/11/2019).

Baca Juga :  Sempat Tarung dengan Kucing, Satu Ular Kobra Kembali Ditangkap di Sidoharjo Sragen

Menurutnya, tunggakan retribusi paling tinggi memang ada di dua pasar induk di Sragen yakni Pasar Bunder dan Pasar Kota.

Keberadaan E-Retribusi yang selama ini sudah diterapkan, dinilai juga belum begitu optimap. Karena faktanya masih banyak pedagang yang enggan diribetkan dengan teknis mengisi saldo ke kartu.

Atas kendala ini, pihaknya sudah meminta Bank Jateng selaku mitra yang digandeng di E-Retribusi untuk menambah agen dan petugas yang membantu pedagang melakukan pengisian saldo.

“Karena kenyataannya, petugas kami harus dobel kerjaan. Kalau dulu terima retribusi kasih karcis sudah selesai. Tapi sekarang pedagang maunya nitip ngisikan saldo, nanti kartunya diberikan lagi. Baru digesek sesuai retribusinya. Jadi petugas kami yang kewalahan. Makanya kami minta Bank Jateng nambah agen yang membantu mengisikan saldo di pedagang. Agen yang muter ke pasar, sehingga petugas kami bisa maksimal mengutip tiap hari,” terangnya.

Baca Juga :  Parah, Kinerja Dokter dan Layanan di RSUD Gemolong Sragen Dinilai Bobrok. Disidak DPRD, Dokter Baru Datang Jam 11 Siang, Ratusan Pasien Sampai Keleleran Berjam-Jam

Menurutnya, selain retribusi pasar, sejumlah pos pendapatan seperti parkir dan MCK yang belum terpenuhi, juga akan digenjot.

Ia berharap langkah itu bisa memaksimalkan potensi pendapatan retribusi sehingga setidaknya realisasi pendapatan bisa mendekati target yang ditetapkan.

“Harapan kami, semua uang-uang retribusi yang mengendap itu bisa ketarik semua sehingga bisa menutup target. Mudah-mudahan,” tegasnya. Wardoyo

Loading...