JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Tragis Pacaran Kebablasan Siswi SMA dan Siswa SMK di Sukodono Sragen Berujung Petaka. Akhirnya Hamil, Pendarahan Saat Melahirkan dan Bayinya Meninggal 

Ilustrasi siswi hamil
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi siswi hamil

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Misteri penemuan mayat bayi merah yang lahir prematur di Dukuh Nglembu, Desa Gebang, Kecamatan Sukodono, Sragen, Rabu (27/11/2019) akhirnya terjawab.

Bayi berjenis kelamin laki-laki yang kemudian meninggal itu ternyata dilahirkan oleh seorang siswi SMA berinisial PK (17). Ironisnya, bayi yang diduga dilahirkan dengan dipacu itu, merupakan buah hubungan kebablasan PK dengan pacarnya yang masih duduk di bangku SMK, juga asal Sukodono.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sukodono, AKP Bambang Erwadi mengungkapkan dari hasil pemeriksaan awal, bayi itu dilahirkan dalam usia lima bulan.

Berdasarkan penyelidikan, bayi itu tidak dibuang namun dilahirkan kemudian dititipkan di rumah neneknya yang tinggal bersebelahan dengan rumah PK.

“Karena ibunya (siswi berinisial PK) didapati ada pendarahan, lalu dibawa ke rumah sakit dan diketahui ternyata habis melahirkan. Nah, bayinya dititipkan di tempat neneknya,” paparnya kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).

Baca Juga :  Kabar Baik, 3 Warga Sragen Positif Covid-19 Kembali Dinyatakan Sembuh. Total Sudah 60 Pasien Sembuh, Tinggal 23 Pasien Dirawat, 3 Meninggal Dunia

Saat hendak ditinggal ke rumah sakit, si bayi dititipkan di rumah neneknya. Kebetulan saat itu neneknya tidak ada di rumah karena sedang di kebun.

Sehingga ketika neneknya pulang kaget mengetahui ada bayi di rumahnya. Karena kaget, si nenek kemudian menyampaikan ke warga lain sehingga warga kemudian berdatangan.

“Dari hasil keterangan yang kami peroleh, si ibu bayi itu memang masih pelajar. Bayi itu hasil hubungannya dengan pacarnya yang sama-sama masih pelajar tapi beda sekolah. Yang laki-laki duduk di SMK, yang perempuan di SMA. Asal Sukodono juga tapi jaraknya jauh. Jadi sama-sama masih pelajar dan di bawah umur,” terangnya.

AKP Bambang menguraikan dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku sudah lama berpacaran.

Setelah mendapat penanganan dari rumah sakit, siswi itu semalam sudah pulang.

“Saat ini kasusnya masih dalam pendalaman dan kita limpahkan ke Unit PPA Reskrim Polres Sragen karena semua masih di bawah umur,” tandasnya.

Baca Juga :  Kaget Golkar Berbalik Haluan, Sekretaris Gerindra Jateng Akhirnya Angkat Bicara Soal Rekomendasi Gerindra di Pilkada Sragen. Begini Penjelasannya!

Kasubag Humas, AKP Harno membenarkan adanya penemuan bayi yang kemudian meninggal itu.

Menurutnya dari hasil pendalaman, bayi itu diperkirakan masih berusia 5 bulan dan barusaja dilahirkan. Ibu yang melahirkan bayi itu setelah ditelusuri ternyata adalah seorang pelajar yang masih duduk di bangku SMA.

“Saat ini, kondisi siswi yang melahirkan bayi itu masih dalam penanganan di rumah sakit karena mengalami pendarahan. Sedangkan kondisi bayi dinyatakan sudah meninggal. Untuk penanganan awal dilakukan oleh Polsek Sukodono. Tapi karena masih di bawah umur, kasusnya sekarang ditangani oleh unit PPA Reskrim Polres Sragen,” tandasnya.

Saat ditanya apakah kelahiran bayi itu sengaja dipaksakan atau lahir sendiri, menurutnya saat ini masih dilakukan pendalaman. Pun dengan indikasi ada tidaknya unsur pidana, juga masih didalami. Wardoyo