JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Korban Umroh First Travel asal Karanganyar Syok Dengar Putusan MA. Sebut Uang Tak Harusnya Dirampas Negara  

Suti, korban umroh First Travel asal Karanganyar. Foto/Wardoyo
Suti, korban umroh First Travel asal Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Putusan Mahkamah Agung yang memutuskan seluruh aset milik First Travel disita untuk negara, membuat syok para korban biro perjalanan haji bermasalah itu.

Tak terkecuali korban asal Karanganyar. Salah satunya adalah Suti (51). Warga Mandungan, RT 3/7 Kelurahan Jungke , kecamatan Karanganyar Kota itu mengaku sangat terkejut atas putusan dari MA itu.

Menurut wanita yang berprofesi sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) penyapu jalan itu, seharusnya uang yang berasal seluruh jamaah segera  dikembalikan kepada korban.

Baca Juga :  Delapan Rumah di Desa Wonorejo, Jatiyoso, Karanganyar Disapu Puting Beliung, Belasan Lainnya Rusak Ringan. Kerugian Rp 100 Juta

Ia tak sependapat karena uang itu bukan hasil kejahatan korupsi. Sehingga seharusnya uang itu bukan dirampas dan disita untuk negara.

“Terus terang saya terkejut dengan keputusan MA tersebut. Kenapa dirampas untuk negara, Itu kan uang kami, bukan uang hasil kejahatan, bukan uang negara. Saya minta agar uang saya dikembalikan,” ujar Suti, selasa (19/11/2019).

Baca Juga :  Siswa SDN Tegalgede 02 Antusias Sambut Vaksinasi dari BIN Jateng

Diceritakannya, sebanyak 45 orang warga Karanganyar menjadi korban biro perjalanan umroh, First Travel. Suti menuturkan, awalnya dia menerima promo dari First Travel yang menawarkan umroh dengan biiaya murah.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua