JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Krisis Air Masih Parah, Warga Karanganyar Terpaksa Berburu Air Irigasi Sawah. Sehari Sampai Bolak Balik 5 Kali 

Ilustrasi warga di wilayah krisis air saat mengisi klenting dari belik yang dibuat dengan melubangi dasar sungai. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Ilustrasi warga di wilayah krisis air saat mengisi klenting dari belik yang dibuat dengan melubangi dasar sungai. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Krisis air dampak kemarau berkepanjangan masih melanda wilayah Karanganyar. Hujan parsial satu dua yang sempat mengguyur beberapa hari terakhir rupanya belum mampu membasuh kekeringan.

Faktanya, warga di sejumlah wilayah kekeringan masih terus berjuang untuk mendapatkan air bersih.

Seperti warga di Dusun Tangkilan, Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Ratusan warga di wilayah ini terpaksa harus berburu air di irigasi sawah.

Pasalnya sumur dan sumber air di permukiman sudah lama mengering. Untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari, warga setempat terpaksa memanfaatkan sumur irigasi yang berada di sekitar lahan persawahan setempat.

Baca Juga :  Terus Meroket, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Melambung Jadi 642 Kasus. Jumlah Warga Meninggal Probabel Hingga Positif Mencapai 124 Orang

Pantauan di lapangan, warga Dusun Tangkilan RT/2/7 Desa Karangmojo, Supardi (54) tampak sedang mengisi air menggunakan selang dari sumur irigasi ke dalam tiga galon dan ember kosong.

Wadah tersebut diangkutnya menggunakan gerobak. Jarak sumur irigasi dengan rumah Supardi sekitar 300 meter. Selain Supardi, beberapa warga lain juga mengambil air dari sumur irigasi tersebut.

“Sumur mengering sejak satu bulan lalu. Sehari bisa ngangsu (ambil air) lima kali,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM di sela ngisi air, Jumat (1/11/2019).

Supardi menyampaikan, air tersebut digunakan bersama anggota keluarga lainnya untuk kebutuhan sehari-hari seperti konsumi, mandi dan mencuci pakaian.

Baca Juga :  Dibayang-Bayangi Pandemi Covid-19, Jangan Kaget KUA PPAS APBD Karanganyar Tahun 2021 Diwarnai Penurunan Penerimaan Hingga Rp 138 Milyar

Sementara itu, Ketua RW 7, Parno mengatakan, apabila terjadi kemarau berkepanjangan, sumur warganya mengering.

Peristiwa ini terjadi sejak dua tahun terakhir. Di Dusun Tangkilan dihuni sekitar 200 jiwa, kebanyakan warganya memanfaatkan air sumur untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari.

“Sumur di sini kedalamannya sekitar 18 meter sampai 20 meter. Kalau kemarau panjang, mengering. Sementara ini warga mengambil air dari sumur irigasi milik warga desa sebelah (Jetis),” ungkapnya.

Lanjutnya, pihak pemerintah melalui BPBD Karanganyar beberapa kali telah memberikan bantuan air bersih kepada warganya, namun itu belum cukup memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Wardoyo