JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Membeludak, Jumlah Pelamar CPNS Sragen Capai 9.600 Orang. Pendaftaran Ditutup Malam Nanti, Tapi Tujuh Formasi Masih Nihil

Ilustrasi Para peserta ujian CAT CPNS Solo keluar dari GOR Diponegoro setelah menyelesaikan ujian sesi kedua Senin (29/10/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi Para peserta ujian CAT CPNS Solo keluar dari GOR Diponegoro setelah menyelesaikan ujian sesi kedua Senin (29/10/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Hingga hari terakhir menjelang penutupan pendaftaran Selasa (26/11/2019), jumlah pendaftar CPNS di Sragen menembus angka 9.600 lebih.

Sementara, tujuh formasi masih kosong tanpa pelamar.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen, Sutrisna, Selasa (26/11/2019). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan hingga petang tadi, jumlah pendaftar yang mengisi formulir tercatat mencapai 9.600 lebih.

Namun jumlah yang submit atau sudah mengunci pendaftaran mencapai 8.825 orang.

Menurutnya, angka yang sudah fix mendaftar adalah mereka yang sudah submit.

Baca Juga :  Catat, Pendaftaran Calon dari Parpol di Pilkada Sragen Bakal Dibuka 4-6 September 2020. KPU Jelaskan Mekanisme Surat Jika Terjadi Calon Tunggal atau Kotak Kosong

Tidak semua pelamar yang mengisi formulir akhirnya mendaftar atau submit pendaftaran. Sebab bisa jadi mereka yang belum submit itu memutuskan mencabut pendaftaran atau mendaftar ke formasi lain atau di lain daerah.

“Pendaftaran akan kita tutup nanti pukul 00.00 WIB malam ini,” terangnya.

Meski membeludak di atas prediksi awal, namun hingga menjelang penutupan masih ada tujuh formasi yang kosong.

Tujuh formasi itu semuanya adalah formasi tenaga kesehatan yakni dokter spesialis.

Masing-masing dokter spesialis jantung, dokter spesialis anak, dokter spesialis onkologi, dokter spesialis THT, dokter spesialis urologi, dokter spesialis ortopedi, dan dokter spesialis radiologi.

Baca Juga :  Innalillahi, Sehari Ini 3 Warga Sragen Suspek Covid-19 Kembali Meninggal Dunia. Total Sudah 33 Warga Meninggal Dunia, 93 Kasus Positif

“Mungkin karena memang tidak ada yang melamar atau lulusannya jurusan dokter spesialis itu sedikit. Karena sampai hari ini masih kosong. Padahal batasan umurnya sudah dilonggarkan. Kalau 2018 kemarin batas umurnya maksimal 35, sekarang sudah dilonggarkan 40 tahun. Tapi tetap juga nggak ada yang daftar,” tandasnya.

Ia menambahkan setelah penutupan pendaftaran, nanti proses selanjutnya akan dilakukan verifikasi berkas. Wardoyo