JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Mendikbud Nadiem Makarim Dukung 100 Persen Rencana Kemenag Rombak 155 Buku Pelajaran Agama


loading...
nadiem makarim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Rapat membahas soal perkenalan dan membahas program kerja. (Liputan6.com/Johan Tallo)

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mendukung 100 persen rencana Kementerian Agama yan akan dirombak adalah buku berisi konten bermasalah, termasuk soal khilafah.

“Saya akan selalu mendukung apa arahan presiden sama apa yang Pak Menag ingin lakukan,” kata Nadiem Makarim di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Seperti dikutip dari Liputan6.com Nadiem mengaku belum berdiskusi dengan Menag Fachrul Razi terkait hal tersebut. Meski begitu, dia memastikan akan mendukung rencana Kemenag.

“Saya belum sempat berdiskusi dengan beliau. Tapi 100 persen saya mendukung aktivitas dan inisiatifnya,” ucap Nadiem Makarim.

Baca Juga :  Polemik Terpilihnya Iman Brotoseno Sebagai Dirut TVRI, Dewas Didesak Mundur

Sementara itu, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan sudah ada tim untuk merombak buku pelajaran agama Islam. Sementara mengenai penghapusan sejarah khilafah masih terus dikaji.

“Saya secara teknis belum sampai ya. Tapi memang ada tim yang sudah membahas itu untuk melihat mana yang materi yang perlu dihapus mana yang nggak. Tapi secara teknis dengan kelompok kerja,” ujar Fachrul di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Selasa 12 November 2019.

Mulai SD
Rencananya perombakan buku agama dimulai dari literatur yang digunakan di kelas I SD hingga XII SMA. Masalah isi materi yang akan menggantikan pembahasan khilafah, kata Fachrul masih dalam pembahasan.

Baca Juga :  ICW: Vonis Ringan Kader PDIP Karena Tuntutan KPK Tidak Maksimal

Fachrul Razi mengatakan dia tidak bekerja sendiri dalam masalah perombakan buku agama melainkan ia bekerja sama dengan Pokja (Kelompok Kerja). Menghilangkan materi pelajaran khilafah dalam pelajaran agama islam, Fachrul mengatakan akan mempertimbangkan menambah materi pelajaran agama yang lain.

“Kalau itu pastilah, tapi kita liat lagi di kurikulumnya sudah cukup belum. Kalau sudah cukup tidak usah, yang lain ditambah yang nggak diperlukan dihilangkan, kan biasa saja,” pungkasnya. Liputan6