JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Menengok Sekolah Bulutangkis PB Sukowati Sragen. Biaya Merakyat, Banyak Lahirkan Atlet Berbakat Yang Harumkan Nama Sragen 

Para atlet di PB Sukowati Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Para atlet di PB Sukowati Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Tak bisa dipungkiri, olahraga bulutangkis menjadi salah satu olahraga paling prominen di Indonesia setelah sepakbola.

Seiring pamor bulutangkis di negeri ini, kemunculan sekolah-sekolah bulutangkis dan pusat latihan pun makin menjamur. Di Sragen, ada salah satu klub yang cukup punya nama dan disegani.

Klub itu adalah PB Sukowati.  Keberhasilan menggondol juara umum di kejuaraan kabupaten (Kejurkab) Sragen 2019 belum lama ini, makin mengukuhkan hegemoni klub besutan pelatih Teguh Harjunadi (34) ini sebagai salah satu klub kenamaan di Bumi Sukowati.

JOGLOSEMARNEWS.COM mencoba mengupas sisik melik klub tersebut Sabtu (23/11/2019). Pelatih kepala, Teguh Harjunadi mengungkapkan PB Sukowati dirintis tahun 2005 dengan nama awal PB Kurmo Sukowati.

Kemudian klub yang sempat dinaungi pengusaha beras kenamaan, Ahmad Zaini itu membelah dua menjadi PB Kurmo dan PB Sukowati.

PB Kurmo tetap berlatih di Masaran, sedangkan PB Sukowati berlatih di Sragen Kota.

Teguh menguraikan di awal berdiri dengan bendera sendiri, klub yang dirintisnya itu sudah memiliki 15 siswa dengan base camp latihan di GOR Diponegoro Sragen.

Pelatih PB Sukowati, Teguh Harjunadi saat berpose bersama semua atlet usai meraih juara umum Kejurkab Sragen 2019. Foto/Wardoyo

Kecintaannya pada bulutangkis dan ketekunan dalam melatih, membuat klubnya perlahan makin dikenal.

“Selain melatih di klub, saya juga masih memberi privat 3 sampai 4 atlet. Lambat laun Alhamdulillah jumlah siswa yang bergabung ke klub kami, makin banyak. Sekarang ada sekitar 40an,” tuturnya.

Teguh menguraikan PB yang dipimpinnya membuka latihan untuk semua kelompok umur. Mulai dari umur 7 tahun hingga SMA atau remaja.

Biaya yang merakyat, yakni Rp 175.000 perbulan, menjadi salah satu magnet bagi orangtua untuk memercayakan anaknya berlatih di PB Sukowati.

Ia mengakui tarif ringan itu semata-mata untuk mendongkrak animo sekaligus meringankan orangtua agar antusias menyekolahkan putranya berlatih bulutangkis.

Baca Juga :  Kades Gilirejo Sragen Kecelakaan Maut Gasak Mobil di Kalijambe. Perempuan Muda Yang Diboncengkan Tewas

“Niat kami memang bukan profit oriented tapi semata-mata untuk membesarkan bulutangkis dan mengharumkan Sragen. Karena sebenarnya kalau dihitung-hitung dengan SPP bulanan segitu memang nggak nyandak. Tapi tujuan kami adalah bagaimana memasyarakatkan dan menarik bakat anak-anak berlatih bulutangkis. Dengan begitu maka akan banyak bibit-bibit atlet bulutangkis yang nantinya bisa diharapkan mengharumkan nama daerah, bangsa dan negara,” ulasnya.

Teguh menuturkan selama ini klubnya memang berjalan sepenuhnya dengan kekuatan sendiri. Biaya operasional.seperti sewa lapangan dan shuttlecock hanya mengandalkan SPP dari orangtua siswa tanpa dukungan sponsor.

Tropi juara umum Kejurkab 2019

Meski demikian, hal itu tak mematahkan semangatnya untuk melatih anak-anak didiknya. Program latihan juga digenjot selama empat hari dalam seminggu.

Kemudian untuk 3 hari lainnya, para siswa diberi kesempatan latihan di rumah yang dilaporkan via video setiap selesai latihan.

Ia menyebutkan, selama ini dirinya melatih dengan dibantu oleh beberapa mantan atlet bulutangkis Sragen seperti Satria, Mukti dan Della Apriya.

Berkat ketekunannya bersama tim pelatih-pelatih muda usia, beragam prestasi individu dan klub berhasil diraih oleh atlet-atletnya.

“Yang terbaru di Kejuaraan Provinsi 2019 beberapa hari lalu, pemain kami Gayuh/Vino bisa mempersembahkan gelar juara dan medali emas untuk Kabupaten Sragen di nomor ganda putra,” terangnya.

Berharap Dukungan Pemerintah

Lebih lanjut, pelatih asal Cantel Kulon RT 2/22, Sragen itu menuturkan tergerak untuk melatih anak-anak pecinta bulutangkis demi bisa mengangkat putra daerah yang berbakat di bulutangkis.

Sehingga mereka bisa berprestasi mengangkat nama Sragen di level nasional hingga internasional.

Selain itu, dengan berlatih bulutangkis, maka akan memberikan kegiatan positif bagi anak sehingga menghindarkan mereka dari pergaulan atau pengaruh negatif.

Baca Juga :  Innalillahi, Tambah Lagi Korban Meninggal Suspek Covid-19 di Sragen. Berasal dari Gemolong, Dirawat di RS Solo, Jadi Korban Meninggal ke- 39

Di bagian akhir, Teguh berharap agar ke depan Pemkab bisa lebih memberikan sedikit perhatian kepada klub atau pusat pembibitan atlet apapun cabang olahraganya.

Pasangan ganda putra Sragen asal PB Sukowati, Gayuh/Vino saat meraih juara Kejurprov Jawa Tengah 2019. Foto/Wardoyo

Dengan begitu, maka klub akan bisa lebih terbantu sehingga akan lebih terpacu untuk menelorkan bibit atlet yang akan mengharumkan nama Sragen di kancah multieven baik regional maupun nasional.

“Selama ini, klub-klub kecil seperti kami ibaratnya hanya mandiri. Nggak ada sponsor, hanya mengandalkan sumbangan orangtua siswa. Itu untuk sewa lapangan saja sebulan sudah Rp 1,2 juta perbulan. Belum operasional yang lain seperti cock dan lainnya. Di sinilah kadang nurani kami merasa terpanggil. Seandainya ada kebijakan subsidi lapangan atau digratiskan, tentu akan sedikit meringankan beban kami dan kami akan sangat berterimakasih. Karena bagaimanapun, atlet-atlet ini kalau bertanding di even regional dan berprestasi juga untuk membela serta mengharumkan nama Sragen,” tuturnya. Wardoyo

 

Sekilas Tentang Klub PB Sukowati Sragen:

Nama Klub: PB Sukowati Sragen

Berdiri Tahun: 2005

Base camp latihan: GOR Diponegoro Sragen

Pelatih Kepala: Teguh Harjunadi

Pelatih: Satria, Mukti, Della Apriya

Jumlah siswa: 40

Prestasi terbaru:

-Juara Umum Kejurkab Sragen 2019

– Medali Emas Ganda Putra Kejurprov Jateng 2019

 

Daftar Atlet Andalan: 

Gayuh, juara Kejurkab 2019 dan emas Kejurprov 2019

Vino, juara Kejurkab 2019 dan emas Kejurprov 2019

Fahri Alfarizi (7) Kejurkab 2019 kelompok pra usia dini.

Hayu Kumala Sifa (8) 8 besar Kejurprov 2019

Sesa Arsanu (9) Juara 3 Kejurkab 2019 kelompok usia dini

Syalom Arsani (11) Juara 3 Kejurkab 2019 kelompok anak-anak

Sumber: wawancara