JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Menkes Bakal Optimalkan Terapi Lokal Kerokan

Pemain asing Persib Bandung, Rene Mihelic, rasakan sensasi kerokan / tempo.coù

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM   – Menteri kesehatan Terawan Agus Putranto menawarkan program wisata kesehatan, dengan msngoptimalkan terapi kesehatan lokal seperti kerokan.

Dalam hal ini, Terawan meminta masyarakat agar tidak menyepelekan terapi kerokan sebab jika sumber dayanya diurus dengan benar, terapi lokal akan mendatangkan keuntungan besar bagi sektor pariwisata.

“Kita harus tanya treatment tradisional. Kita harus membuat keingintahuan yang besar pada orang,” kata Terawan dalam peluncuran Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran di Jakarta pada 19 November 2019.

Terlepas dari rencana Terawan untuk mengoptimalkan kerokan, terdapat beberapa plus dan minus dari terapi kesehatan lokal ini.

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19

Melansir dari situs Medical News Today, salah satu riset yang dilakukan pada 2017 menyebutkan berbagai manfaat positif dari kerokan.

Contohnya saja kerokan bagi mereka yang sering menggunakan komputer. Penelitian menunjukan jika kerokan dapat meningkatkan jangkauan gerakan dan mengurangi rasa sakit pada bagian tubuh yang kaku.

Selain itu, kerokan juga sangat bermanfaat bagi orang yang gemar berolahraga sebab telah terbukti jika kerokan bisa mempercepat pemulihan otot.

Para lansia yang memiliki riwayat sakit punggung juga bisa terbantu dengan kerokan karena studi menunjukan jika kerokan dapat meringankan gejala dan meningkatkan fleksibilitas.

Baca Juga :  Hasil Penelitian di Inggris Klaim Temukan Titik Kelemahan Virus SARS-CoV-2 Penyebab Covid-19

Di antara kebaikan kerokan, tak luput pula hal negatif yang bisa ditimbulkan.

Misalnya, kerokan dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit yang disebut kapiler pecah.

Akibatnya, ini akan menciptakan memar merah atau ungu yang khas. Jika dibiarkan, ini bisa menyebabkan luka dan infeksi. Takh heran, banyak orang lebih memilih untuk menyembuhkan rasa sakit dengan obat ibuprofen dibanding cara tradisional.

www.tempo.co