JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Momen HUT ke 102, Ketua DPRD Karanganyar Ungkap Masih Banyak Persoalan Yang Harus Dituntaskan. “Masyarakat Menunggu Implementasi dari Bupati!” 

Bagus Selo. Foto/Dok

DAPIL 5 Bagus Selo
Bagus Selo. Foto/Dok

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dewan Perwakian Rakyat Daearah (DPRD) Karanganyar menyoroti banyaknya persoalan yang harus diperbaiki Pemkab di usianya ke 102 tahun.

Penuntasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, persoalan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang masih membelit Karanganyar diminta segera dituntaskan.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Karaganyar, Bagus Selo,kepada usai mengikuti upacara HUT Karanganyar ke 102 di alun-alun setempat, Senin (18/11/2019).

Ia memandang bahwa peningkatan kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan, serta pelayanan publik  diperlukan sinergi dan koordinasi anatara pusat daerah.

Baca Juga :  Sambut Iedul Fitri, Bupati Karanganyar Larang Warganya Bersedih

Sehingga persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan yang ada di Karanganyar segera dapat dituntaskan.

“Kami melihat masih banyak kemiskinan di Karanganyar. Harus ada formula baru dalam menangani kemisikinan ini dan peningkatan kesejahtareaan masyarakat. Masih banyak masyarakat yang belum menerima program dari pusat, terutama untuk pelayanan kesehatan,” paparnya.

Politisi asal PDIP itu menguraikan untuk tahun 2020, legiskator siap memberikan dukungan anggaran sesuai dengan kebijakan pemerintah kabupaten Karanganyar.

“Untuk program pengentasan kemisikinan, pendidikan dan pelayanan kesehatan. Sebelum memberikan dukungan anggaran, nanti akan kita lihat kebijakan pemerintah Kabupaten Karanganyar seperti apa. Masyarakat menunggu implementasi dari bupati, apa yang selama ini dijanjikan, terutama untuk pengentasan kemiskinan,” tandasnya.

Baca Juga :  Pastikan Warganya Aman, Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto Terjun ke TKP Pantau Proses Evakuasi Korban Keracunan Takjil

Selain menyoroti persoalan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan, Bagus juga menyoroti soal pariwisata yang sangat minim promosi. Hal ini berdampak, rendahnya tingkat kunjungan wisata.

“Untuk sektor pariwisata juga perlu diitingkatkan, terutama dalam melakukan promosi yang selama ini masih sangat kurang,” pungkasnya. Wardoyo