loading...
Loading...
Wabup Dedy Endriyatno saat menempelkan stiker miskin bagi keluarga PKH, Kamis (21/11/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemkab Sragen menempelkan stiker miskin di rumah 36.422 warga penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat. Stiker itu akan jadi penanda bagi warga miskin atau pra sejahtera sehingga jika ada yang menolak, melepas atau menghilangkan stiker dari rumahnya, berarti dianggap sudah mundur dari miskin.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat mencanangkan penempelan stiker bertandakan keluarga penerima bantuan pemerintah di Pendapa Rumdin Bupati, Kamis (21/11/2019).

Bupati mengatakan stiker itu dipasang untuk memudahkan identifikasi bagi warga miskin penerima bantuan pemerintah.

Menurutnya sebenarnya kuota warga miskin yang tercatat di basis data terpadu (BDT) dari pusat sebanyak 327.000 jiwa.

Namun untuk tahun ini, stiker yang dibuat baru sebanyak 36.422. Sisanya nantinya akan dianggarkan tahun depan.

Baca Juga :  Bambang Resmi Daftar Cawabup, Pengamat Sebut Bisa Goyahkan Peta Politik Pilkada Sragen. Sinyal PDIP Usung Cabup-Cawabup Sendiri? 

“Tahun ini baru bisa dibuat 36.422 stiker. Tahun depan dianggarkan untuk dibuat lebih banyak lagi,” paparnya saat memberikan pengarahan di Pendapa.

Bupati menguraikan sebenarnya masih banyak KK miskin yang belum masuk di BDT. Ia juga mengakui tak sedikit pula warga yang harusnya sudah mampu dan tidak layak menerima, masih terdaftar.

“Kuncinya ada di verifikasi dan validasi. Di Sragen ini, saya pilih stiker ini modelnya berlatarbelakang bendera merah putih. Yang masuk BDT itu penerima bantuan pemerintah. Macam-macam namanya bantuan sosial itu. Ada BPNT, KIS, KIP, PKH, bantuan listrik,” paparnya.

Menurut bupati, kepala keluarga penerima PKH, harus menyetujui dan bertandatangan di atas stiker.

Apabila stiker hilang atau lepas, maka dianggap mengundurkan diri dari penerima bantuan.

Baca Juga :  Ratusan Personel Babinsa dan Danramil se-Sragen Mendadak Dikumpulkan di Dayu Park. Ada Apa? 

“Sehingga dengan Musyawarah Desa (Musdes) atau Muskel, mereka dikeluarkan dari basis data terpadu (BDT),” tandasnya.

Pemasangan stiker tadi dilakukan secara serentak. Diawali secara simbolis oleh bupati, kemudian dilanjutkan pemasangan stiker ke rumah-rumah PKH oleh Wabup Dedy Endriyatno dan Sekda Tatag Prabawanto. Wardoyo

 

Loading...