loading...
Ilustrasi sate

KARANGANYAR, JOGLOSEMAR NEWS.COM Kabupaten Karanganyar bakal ambil bagian dalam Festival Kuliner Nusantara digelar di De Tjolomadoe Karanganyar, 7-10 November 2019. Diharapkan dari festival ini mampu mengangkat potensi kuliner dan olahan dari UMKM di Kabupaten Karanganyar.

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menyelenggarakan Festival Kuliner Nusantara.

Kegiatan festival itu akan berlangsung mulai 7 November hingga 10 November 2019 itu. Dalam festival ini menampilkan display kuliner dan makanan khas daerah, food bazar, cooking competition, art performance, dan stand pameran berbagai kabupaten dari seluruh wilayah di tanah air.

Kabupaten Karanganyar dalam festival ini menampilkan beragam kuliner atau produk olahan makanan unggulan. Salah satunya yakni sate kelinci.

Selain itu juga ditampilkan produk produk kerajinan dari sejumlah UMKM di Karanganyar.

Baca Juga :  Harlah ke-94 NU dan Penyerahan Wakaf Ponpes PCNU Karanganyar Dihadiri KH Said Aqil Siroj dan Luluk Nur Hamidah. Hal Ini yang Disampaikan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya mengapresiasi Festival Kuliner Nusantara. Karena

kegiatan ini menjadi ajang untuk mengangkat potensi makanan dan kerajinan dari masing-masing daerah.

“Semoga melalui event ini, produk makanan dan kerajinan UMKM dapat dikenal masyarakat. Sehingga ekonomi kreatif masyarakat terus berkembang,” katanya.

Sementara Ketua umum APKASI Abdullah Azwar Anas menyatakan Festival Kuliner Nusantara merupakan upaya untuk mengenalkan potensi produk kuliner khas daerah sebagai salah satu ekonomi kreatif.

Apalagi bidang kuliner menyumbang pemasukan uang dan tenaga kerja cukup besar.

“Kegiatan ini merupakan momentum tiap daerah mengenalkan produk khasnya kepada masyarakat agar ekonomi kerakyatan terus menggeliat,”ujarnya.

Baca Juga :  Sah, 177 Kades dan Lurah Karanganyar Dapat Motor Dinas N Max. Sejumlah LSM Rame-Rame Serukan Yang Terakhir Kali Untuk Bupati!

Ditambahkannya melalui festival ini diharapkan masing-masing UMKM di tiap daerah dapat terus berkembang pesat dan mandiri secara ekonomi. Tiap daerah pun harus memiliki kebijakan dalam mengenalkan dan melindungi produk UMKM di daerahnya.

“Proteksi ekonomi daerah sangat penting. Karena ekonomi kerakyatan harus terus dikembangkan sebagai upaya pemerataan ekonomi,”pungkasnya. Wardoyo