JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Satu Pelatih PSHT Ditetapkan Tersangka, Ketua PSHT Cabang Sragen Bakal Kumpulkan Semua Jajaran Pengurus Hingga Ranting. Ada Apa? 

55722
Ketua PSHT Madiun Cabang Sragen, Jumbadi (2 dari kanan) bersama Ketua Dewan Pertimbangan, Edi Indriyanto saat memberikan keterangan pers di acara Pendadaran Calon Warga Baru PSHT di Stadion Taruna Sragen, Minggu (2/9/2018). Foto/Wardoyo
loading...
Ketua PSHT Madiun Cabang Sragen, Jumbadi (2 dari kanan) bersama Ketua Dewan Pertimbangan, Edi Indriyanto saat memberikan keterangan pers di acara Pendadaran Calon Warga Baru PSHT di Stadion Taruna Sragen, Minggu (2/9/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus tewasnya salah satu siswa persaudaraan setia hati terate (PSHT) asal Desa Saren, Kalijambe berinisial MA (13) karena mendapat tendangan pelatih saat latihan di Gemolong, akhirnya membuat pengurus PSHT Cabang Sragen angkat bicara.

Ketua Cabang PSHT Sragen Pusat Madiun, Jumbadi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan bantuan pendampingan hukum kepada tersangka.

Tidak hanya itu, dalam waktu dekat pihaknya juga akan segera mengumpulkan semua jajaran pengurus dari cabang sampai ranting.

“Iya karena ada kejadian ini, dari kami pengurus cabang agar segera mengadakan dan mengumpulkan semua jajaran pengurus,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (29/11/2019).

Baca Juga :  Geger Ular Piton Besar Sepanjang 3 Meter Menyusur Jalan Pasar Bunder Sragen. Warga dan Relawan Berhamburan Memburu, Jika Menggigit Sudah Tak Bisa Dilepas

Jumbadi menguraikan pertemuan itu nantinya akan dilakukan guna memberikan pemahaman. Selain itu pengumpulan pengurus juga untuk mempertebal saran-saran kepada jajaran pengurus utamanya di tingkat ranting.

“Waktunya segera dalam waktu dekat ini,” tukasnya.

Sementara, yntuk mengawal dan memberikan pendampingan, pihak cabang sudah menunjuk Henri Sukoco selaku kuasa hukum tersangka, FAS (16).

“Kemarin sudah ada biro hukum yang kita tunjuk untuk memberikan pendampingan. Mas Henri Sukoco yang kita tunjuk mendampingi adik-adik di Polres. Ada mas Dwi juga dari Gemolong,” urainya.

Jumbadi menguraikan atas insiden itu, pihaknya mengimbau agar semua jajaran lebih berhati-hati lagi dalam setiap melakukan latihan.

Baca Juga :  Mengejutkan, Pimpinan Nusantara Sakti Motor Sragen Mengaku Tak Tahu Aksi Penipuan oleh Mustakim. Sebut Kuitansi Yang Diberikan Adalah Abal-Abal!

Menurutnya, pelatih kalau memberikan latihan harus lebih bersabar dan tidak dengan cara-cara emosi.

“Harus lebih sabar dan menyasar sesuai ajaran-ajaran di AD/ART,” tandasnya. Wardoyo