JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Terungkap, Dampak Positif dan Negatif Pilkada Langsung. Digelar Puslitbang Mabes Polri di Sukoharjo

Penelitian dampak pilkada langsung. Dok. Humas Polres Sukoharjo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Penelitian dampak pilkada langsung. Dok. Humas Polres Sukoharjo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung ternyata membawa dampak baik positif maupun negatif. Hal itu terungkap ketika Puslitbang Mabes Polri melakukan penelitian di Polres Sukoharjo, Rabu (13/11/2019).
Penelitian dpimpin oleh Kombes Guntur sebagai Ses Puslitbang Polri dengan menyertakan tim yang terdiri dari anggota Puslitbang dan LIPI.

Penelitian kali ini dengan mengundang beberapa instansi seperti perwakilan dari Bawaslu, KPU, DPRD, tokoh agama dan masyarakat, panitia pemungutan suara kabupaten, KNPI dan pejabat utama Polres Sukoharjo. Mereka diberikan materi quisioner yang berisi beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan dampak positif dan negatif pilkada.

Baca Juga :  Innalillahi, Bocah 3 Tahun Meninggal Tenggelam di Saluran Somoulun Miratan Desa Grajegan Kecamatan Tawangsari Sukoharjo

Saat dilakukan penyampaian pandangan terkait pilkada langsung, Timbul perwakilan partai dari PDIP mengatakan bahwa dampak positif dari pilkada langsung adalah perekonomian masyarakat akan meningkat. Namun untuk sisi negatifnya adalah besarnya anggaran untuk pilkada langsung. Disamping itu besar sekali kemungkinan gesekan di masyarakat karena berbeda pilihan.

Dia berpendapat pilkada lebih baik di serahkan oleh DPRD. Dengan begitu bisa menekan anggaran negara untuk pilihan langsung dan meminimalisir gesekan di masyarakat karena pilkada.

Sedangkan pandangan dari tokoh pemuda perwakilan KNPI Edy budiono, mengatakan pilkada itu bagaikan pisau bermata dua artinya ada sisi baiknya dan buruknya. Untuk dampak baiknya pembagunan akan berjalan dengan semestinya utamanya di basis pendukungnya, namun akan tersendat di wilayah yang bukan basis pendukungnya.

Baca Juga :  Tambah Terus Slur, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Sukoharjo Kini Menjadi 97

Kombes Guntur menjelaskan, hasil penelitiannya ini nantinya dijadikan bahan pertimbangan dan pemetaan metode pengamanan pada saat dilakukan pemilihan langsung.

“Setiap wilayah memiliki situasi kambtimas yang berbeda beda, untuk itu kami melakukan penelitian terkait dengan pengamanan kamtibmas saat pemilihan langsung. Hasilnya nanti kami rapatkan dengan petinggi polri guna menentukan dan memetakan pengamanan,” ujar dia. Aria/Humas Polres Sukoharjo