JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tifatul Minta Partai Gelora Tak Membajak Kader PKS

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Fahri Hamzah (kiri) bersama Anis Mata saat merayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Partai Gelora / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menyikapi berdirinya Partai Gelombang Rakyat (Gelora) yang dirintis oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta, anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS),  Tifatul Sembiring agar partai baru tersebut tidak mengacak-acak internal PKS.

“Silakan saja. Kalau bagi saya sih mereka membuat partai baru monggo tapi jangan ngacak-acak lagi di sini,” kata Tifatul di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).

Tifatul mengatakan mendirikan partai baru adalah pilihan bebas bagi setiap orang. Namun dia meminta mereka konsisten jika memang sudah memutuskan keluar dari PKS.

Baca Juga :  Paskibraka 2019 Bakal Kembali Bertugas saat Upacara HUT Ke-75 RI, Hanya akan Diambil 8 Orang

Selain itu, Tifatul juga meminta mereka tak membajak kader-kader PKS untuk pindah ke Gelora.

“Jangan istilahnya mendua itu. Terus merekrut kader-kader di dalam,” kata mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini.

Di sisi lain, Presiden PKS Sohibul Iman enggan banyak berkomentar soal Partai Gelora.

“Enggak masalah, kami enggak ada (masalah),” kata Sohibul Iman di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).

Saat ditanya ihwal adanya sejumlah kader PKS yang bergabung ke Partai Gelora, Sohibul lagi-lagi menjawab pendek.

“Jadi anggota partai hak segala warga negara, jadi silakan saja,” kata dia.

Baca Juga :  Disnaker DKI Minta Perusahaan Transparan Jika Ada Karyawannya Positif Covid-19

Anis Matta dan Fahri Hamzah resmi mendirikan Partai Gelora Indonesia. Selain Anis dan Fahri, ada pula Mahfudz Siddiq, eks politikus PKS yang pernah menjabat Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat.

Adapun Anis pernah menjadi Ketua Umum PKS, sedangkan Fahri menjabat Wakil Ketua DPR periode 2014-2019.

Anis dan Fahri menargetkan Partai Gelora bisa mengikuti pemilihan kepala daerah 2020. Mereka mengklaim ada lebih dari 20 kader Gelora yang  bisa dicalonkan di pilkada tahun depan itu.

www.tempo.co