JOGLOSEMARNEWS.COM Umum

Cerita Kapolres Sragen Kaget Belanja ke Warung Pakai Uang Palsu Rp 100.000. Langsung Minta Maaf dan Ganti Uang Asli

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rapar koordinasi lintas sektoral persiapan operasi lilin candi 2019 yang digelar di Mapolres Sragen, Senin (16/12/2019) menyisakan cerita lain.

Saat berbicara soal kewaspadaan akan potensi tindak kejahatan penipuan dan uang palsu menjelang Natal dan Tahun Baru, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mendadak bercerita soal pengalaman pribadinya baru-baru ini dengan uang palsu.

Kapolres penyandang predikat Adhi Makayasa angkatan 2000 itu menuturkan beberapa hari lalu, dirinya kaget ketika tanpa sadar belanja ke warung dengan uang yang kemudian tidak laku untuk membayar.

Usut punya usut, ternyata uang lembaran pecahan Rp 100.000 itu adalah uang palsu. AKBP Yimmy sontak kaget melihat ada uang palsu di dalam dompetnya.

Baca Juga :  Jadi Maling Spesialis Ponsel Kuli Bangunan, 2 Pria Ini Dibekuk Polisi

“Di beberapa daerah salah satunya di Jatim, sudah ada kasus uang palsu. Di Sragen, Alhamdulillah sampai saat ini belum ada. Tapi Kapolres sendiri malah dapat uang Rp 100.000 palsu. Saya tahunya waktu dipakai belanja ke warung, ternyata uangnya itu palsu. Saya langsung minta maaf sama pemilik warungnya dan saya ganti uang asli,” papar Yimmy di hadapan para perwakilan berbagai instansi.

Lebih lanjut, Yimmy mengaku kaget dan tidak menyangka jika di dalam dompetnya ada uang palsu. Menurutnya, uang itu hanya satu lembar dan ia juga tak tahu darimana asalnya uang itu.

“Tahu-tahu sudah ada di dalam dompet. Ketahuannya pas mau dibelanjakan itu. Entah uang apa saya nggak tahu. Karena sepintas juga sangat mirip. Malu juga sih sama yang punya warung,” tukasnya.

Baca Juga :  Jadi Maling Spesialis Ponsel Kuli Bangunan, 2 Pria Ini Dibekuk Polisi

Ia pun menambahkan pengalaman itu hendaknya dijadikan kewaspadaan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bertransaksi.

Ia berharap warga bisa mengecek dengan seksama keaslian uang apabila bertransaksi dalam jumlah besar. Kewaspadaan bisa dilakukan dengan mengecek, meraba dan menerawang lembaran uang saat bertransaksi.

“Harus dicek benar,” tandasnya.

Ya, kisah itu setidaknya memberi gambaran bahwa sekelas aparat bahkan Kapolres pun masih bisa terkelabuhi dengan uang palsu. Sehingga sudah selayaknya masyarakat awam harus lebih waspada apabila melakukan transaksi. Wardoyo