JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas, 2 PSK Baru di Nglangon Sragen Terdeteksi Positif AIDS. Sudah Dipulangkan Tapi Ternyata Gagal Move On

Ilustrasi razia pasangan mesum dan PSK. Foto/Dok JSnews

IMG 20180221 204618
Ilustrasi razia pasangan mesum dan PSK. Foto/Dok JSnews

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen mengingatkan potensi penularan penyakit HIV/AIDS lewat wanita pekerja seks (PSK).

Pasalnya data terbaru mencatat, ada dua PSK positif HIV/AIDS yang kini bersemayam dan mangkal di kompleks lokalisasi terselubung Pasar Nglangon, Sragen.

“Laporan yang kami terima, WPS (wanita pekerja seks) atau PSK di Nglangon yang positif tambah 2 lagi,” papar Kepala DKK Sragen, Hargiyanto melalui Kabid P2PL, Agus Sudarmanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , kemarin.

Ditemui di ruang kerjanya, Agus menguraikan dua PSK baru yang positif itu menambah daftar beberapa PSK di Nglangon yang sebelumnya juga sudah terdeteksi positif.

Berbagai upaya pendekatan hingga pemulangan mereka ke daerah asal, sudah dilakukan. Akan tetapi, mereka ternyata masih nekat kembali lagi dan belum bisa move on dari pekerjaan maksiatnya itu

Baca Juga :  Makin Ganas, 4 Warga Sragen Kembali Meninggal Dunia dan 29 Orang Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Total Kasus Naik Jadi 4.896 Positif dan 297 Warga Meninggal Dunia

“Sudah dipulangkan juga, tapi ternyata sebagian nekat balik lagi,” tandasnya.

Tambahan dua PSK positif di Nglangon itu menambah panjang daftar PSK yang terdeteksi positif dan beroperasi di sejumlah titik mangkal di Sragen.

Sebelumnya, akhir Juli 2018 silam, Pengelola Program KPA Kabupaten Sragen, Wahyudi mengatakan dari hasil pengecekan terakhir di 2018, tercatat ada tujuh PSK di wilayah Sragen yang positif AIDS.

Ketujuh PSK itu diketahui mangkal di lokalisasi tertua Sragen di Pasar Nglangon, Sragen Tengah dan di sekitar kompleks wisata religi Makam Pangeran Samudera Gunung Kemukus Sumberlawang.

“Untuk kasus di lokalisasi, saat ini jumlah PSK yang positif ada tujuh orang. Mereka ada di Nglangon dan Kemukus. Di Kemukus masih ada PSK-nya tapi tidak di dalam melainkan pindah menyebar di rumah-rumah sekitarnya, ” papar Wahyudi.

Baca Juga :  Bupati Sragen Resmi Perpanjang PPKM Mikro Sampai 8 Maret 2021. Masuk Zona Oranye, Hajatan Dibolehkan Kecuali Desa Zona Merah!

Sementara di lokalisasi terselubung lainnya seperti Mbah Gajah Gondang maupun pemandian Air Panas Bayanan Sambirejo, ia mengatakan belum ada laporan kasus PSK positif.

Keberadaan tujuh PSK itu menambah panjang daftar kasus tambahan di 2018. Wahyudi menambahkan hingga kurun Januari sampai Mei 2018, total ada 86 penderita baru di Sragen.

Atas laju penambahan kasus yang tetap stabil tinggi itu, ia kembali mengimbau masyarakat untuk menjauhi perilaku yang berisiko terjadi penularan HIV/AIDS. Seperti perilaku seks bebas, konsumsi narkoba, dan gonta ganti pasangan.

“Lalu jangan takut untuk melakukan tes VCT untuk mengetahui status dan kondisi diri. Tes VCT bisa di Puskesmas biayanya cuma Rp 5.000,” tandasnya. Wardoyo