JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Habib Luthfi Sakit, Pengajian Hari Juang TNI di Sragen Digantikan Gus Muwafiq. Begini Pesan Tauziyahnya!

Silaturahim yang menghadirkan Gus Muwafiq di Alun-alun Sragen, Rabu (18/12/2019). Foto/Wardoyo
Silaturahim yang menghadirkan Gus Muwafiq di Alun-alun Sragen, Rabu (18/12/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Peringatan Hari Juang TNI AD di Kabupaten Sragen diperingati dengan agenda akbar Silaturahim Anak Bangsa, Wujudkan Damai Untuk Indonesia Maju, Rabu (18/12/2019).

Acara yang digelar di Alun-alun Sasono Langen Putro tersebut menghadirkan tausyiah KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq. Gus Wafiq ditunjuk sebagai pengisi setelah Habib Lutfhi yang sebelumnya didapuk menjadi pembicara, batal hadir.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Luthfi bin Yahya semula didaulat untuk hadir mengisi acara.

Sejumlah foto Habib Luthfi bahkan sudah terpajang di panggung utama. Namun menjelang acara Habib Luthfi berhalangan karena sakit.

Kemasan acara ini menghadirkan umat lintas agama. Mereka bahkan tampil di panggung melakukan sajian pertunjukan.

Baca Juga :  Innalillahi, Tambah Lagi Satu Warga Suspek Covid-19 Meninggal dan 4 Positif Hari Ini. Kasud Covid-19 Sragen Jadi 473, Jumlah Korban Meninggal Capai 66 Orang

Seperti paduan suara umat Katholik menyanyikan Rayuan Pulau Kelapa, Perkusi Umat Kristen dengan Lagu Indonesia Pusaka dan umat Hindu tampil dengan Tari Pendet dan pembacaan puisi oleh umat Budha.

Acara ini juga dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) seperti Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Dandim 0725/Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto dan Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan tampak hadir.

Juga hadir para tokoh masyarakat, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta ratusan warga.

Dalam tausyiahnya, Gus Muwafiq menyampaikan Sinau Kawruh Bangsa. Dia memaparkan berbagai hal terkait kehidupan bernegara saat ini.

Baca Juga :  Duh, Satu Peserta Ujian SKB CPNS Sragen Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19. Keluarga Ajukan Penundaan, Begini Respon BKN!

”Satu yang kita tidak bisa mengingkari, bahwa sehebat apapun kita, bila kita keluar negeri, tetap ditanya paspor dari mana kita, itu berarti batas kita tetap negara. Jadi kita tetap Indonesia,” papar Gus Muwafiq.

Dia menyampaikan di era milenial ini lebih mudah melihat keberagaman dunia. Berbeda masa dibanding 30 tahun yang lalu. Derasnya arus informasi dan globalisasi yang diserap, namun jangan sampai melupakan jati diri bangsa.

”Dengan kebhinekaannya jadi, bhineka tunggal ika itu sudah dipersiapkan jauh jauh hari oleh pendahulu bangsa. Maka, bangsa ini sejak dulu, berbeda-beda tapi tetap satu,” katanya. Wardoyo