JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Hina Wapres Ma’ruf Amin dengan Sebutan Babi, Jafar Shodik Diciduk Polisi

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama para staf hendak menuju Masjid Baiturrahman, Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, untuk salat Jumat (25/19/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski Wapres Ma’ruf Amin sudah memaafkan Jafar Shodik Alattas yang menghina dirinya sebagai babi, namun polisi tetap menjemput Jafar di rumahnya Cimanggis, Depok, Kamis (5/12/2019) dini hari.

Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menangkap Jafar Shodik Alattas pada Kamis, 5 Desember 2019 dini hari di kediamannya di Cimanggis, Depok.

Jafar ditangkapboleh Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Krikinal Mabes Polri karena diduga menghina Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan menyebut kata ‘Babi’ saat ceramah di acara tabligh Akbar di Singkawang, Kalimantan Barat pada 2 Januari 2019.

Baca Juga :  Jokowi Minta Masyarakat Tak Merasa Paling Agamis dan Pancasilais

Jafar diduga melanggar pasal 45A ayat 2 Jo 28 ayat 2 dan atau pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Penangkapan tersebut dikonfirmasi oleh Ketua RT setempat di kediaman Jafar, Witutu. Menurut Witutu, Jafar dijemput oleh tim mabes polri, pada tengah malam.

“Jam setengah 12 malam itu dari Mabes Polri itu permisi ke rumah, menanyakan ada enggak warga saya yang bernama Jafar Shodik. Kebetulan kan rumahnya depan rumah, saya sebagai RT saya antar ke rumah dia,” kata Witutu saat dihubungi, Kamis (5/12/2019).

Baca Juga :  PNS Bakal Terima Gaji ke-13 Senin Mendatang

Jafar ternyata tak di tempat. Namun, tak lama menunggu, Jafar pulang bersama salah satu keluarganya. Polisi pun membawa Jafar ke Markas Besar Polri untuk dimintai keterangan.

“Sekitar jam 12 pak Jafar nya datang dan saya ajak ke rumah. Setelah itu dikasih tunjuk suratnya, sprin tugasnya dan dibawa ke mabes,” ungkapnya.

Setelah penangkapan pengacara Jafar pun mendatangi rumahnya untuk mengambil surat penangkapan.

“Kebetulan rumahnya kosong, istrinya ketempat orang tuanya. Jam 3 itu pengacaranya datang ke rumah ngambil surat penangkapan kalau enggak salah,” kata Witutu.

www.tempo.co