JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Ini Bocoran Contoh Konsep Pendidikan dari Nadiem makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendongeng dalam acara Hari Mendongeng Nasional ini merupakan rangkaian acara Pekan Perpustakaan Kemendikbud tahun 2019 Selasa (26/11/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sistem penilaian yang akan digunakan menjadi pengganti ujian nasional (UN), lebih menitikberatkan peda kemampuan bernalar anak didik.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, penilaian itu akan fokus pada kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.

Penilaian bakal mengacu pada tolok ukur yang termuat dalam Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS).

Saat rapat bersama Komisi Pendidikan DPR RI, Nadiem membocorkan salah satu contoh soal penilaian kompetensi minimun yang mengacu pada PISA dan TIMSS.

“Soal-soal ini tidak akan membuat siswa menghapal, namun melahirkan daya analisa berdasarkan suatu informasi. Makanya topiknya cuma dua, yakni kemampuan literasi dan kemampuan numerasi,” ujar Nadiem saat rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (12/12/2019).

Baca Juga :  Aku Pintar Kembangkan Aku Pintar Sekolah, Permudah Guru Melaporkan KBM secara Digitalisasi

Nadiem kemudian menunjukkan salah satu contoh soal untuk menguji kemampuan bernalar menggunakan bahasa.

Soal tersebut menampilkan teks yang menampilkan suatu informasi berisi suatu permasalahan dan dilengkapi dengan gambar.

Kemudian pertanyaannya, siswa diminta mengembangkan argumen terkait penyelesaian permasalahan-permasalahan yang dipaparkan dalam soal tersebut.

Berikut contoh soalnya;

Teks 1: Perubahan Iklim

Baca informasi berikut dan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

APA AKTIVITAS MANUSIA YANG MENYEDIAKAN PERUBAHAN IKLIM?

Baca Juga :  UMS Kirim Tiga Tim Robotic dalam Kontes Robot Indonesia. Digelar secara Online, Tampilkan Robot Penyemprot Disinfektan dan Robot Tari Enggang

Pembakaran batu bara, minyak dan gas alam, serta deforestasi dan berbagai macam praktek pertanian dan industri, mengubah komposisi atmosfer dan berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Aktivitas manusia ini telah menyebabkan peningkatan konsentrasi partikel dan gas rumah kaca di atmosfer. Unsur utama yang berkontribusi terhadap perubahan suhu ditunjukkan pada Gambar 1. Peningkatan konsentrasi karbon dioksida dan metana berefek terhadap pemanasan. Peningkatan konsentrasi partikel memiliki efek pendinginan dalam dua cara, diberi nama ‘Partikel’ dan ‘efek partikel di awan’.

Pertanyaan 1: Gunakan informasi pada Gambar 1 untuk mengembangkan argumen dalam mendukung pengurangan emisi karbon dioksida dari aktivitas manusia yang disebutkan di atas.

www.tempo.co