JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kemenag Sragen Sebut Pencurian Puluhan Buku Nikah di KUA Ngrampal Sebagai Kejadian Luar Biasa. Buku Nikah 14 Pengantin Baru Secepatnya Bakal Diganti! 

Ilustrasi pencurian buku nikah. Foto/Wardoyo
Ilustrasi pencurian buku nikah. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kementerian Agama Kabupaten Sragen menyampaikan aksi pencurian 65 buku nikah kosong dan 14 buku nikah isi di KUA Kecamatan Ngrampal ahad dinihari, sebagai kejadian luar biasa.

Karenanya, pihak Kemenag siap untuk secepatnya mengganti buku nikah bagi 14 pasangan pengantin baru yang ikut tercuri.

Hal itu disampaikan Kasi Bimas Kemenag Sragen, Erfandi, Senin (2/12/2019). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan bahwa kasus hilangnya buku nikah akibat dicuri itu merupakan kejadian di luar kebiasaan.

Sehingga, Kemenag siap bertanggungjawab untuk mencetak kembali buku nikah yang sudah jadi dan ikut tercuri.

Baca Juga :  Wilayah Rawan Kekeringan di Sragen Meluas. BPBD Sebut Naik 70 % Menjadi 249 Dukuh, Warga Tangen Mengaku Sudah Malu dan Bosan Didroping

“Ya nanti dalam tempo secepatnya, akan kita buatkan lagi buku nikah bagi 14 pasangan pengantin baru yang ikut dicuri itu. Karena pencurian atau bencana alam itu masuk kejadian luar biasa,” paparnya.

Erfandi memastikan pencetakan buku nikah bagi 14 pengantin baru itu dilakukan agar masyarakat tidak dirugikan atas insiden itu.

Pihaknya sudah menyiapkan buku nikah baru yang akan digunakan untuk mencetak kembali.

Lebih lanjut ia menguraikan dari 79 bendel buku nikah yang digondol pencuri di KUA Ngrampal, memang ada 14 bendel buku nikah milik pengantin baru.

Baca Juga :  Sama Seperti Gibran, Cabup Petahana Sragen Juga Akui Punya Hutang Rp 1,5 Miliar Untuk Bayar Cicilan KPR. Ini Lokasi Rumah Kreditannya! 

Mereka adalah pengantin yang menikah barusaja di bulan November 2019.

“Mereka sudah ijab, buku nikahnya sudah dicetak tapi belum sempat dibagikan kepada yang bersangkutan. Belum sempat diberikan tapi ikut diambil,” terangnya.

Dari 14 pengantin itu, total ada 28 buku nikah yang ikut dicuri. Sebab dari setiap pasangan, ada dua buku nikah yakni buku nikah suami dan istri.

Ia menguraikan untuk KUA Ngrampal, memang belum memiliki brankas. Sehingga ke depan diharapkan punya brankas untuk menyimpan buku nikah. Wardoyo