JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jika Terpilih, Bamsoet Hendak Ikuti Jejak Akbar Tandjung dan Ical

Bambang Soesatyo / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Politikus Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku bakal  mencontoh dua mantan ketua umum Golkar, yakni Akbar Tandjung dan Aburizal Bakrie (Ical) dalam menahkodai partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sebagaimana diketahui, Bamsoet telah resmi mendaftar dalam pemilihan Ketua Umum Golkar pada periode 2019-2024. Bamsoet bertekad akan memimpin partai golkar dengan baik bila terpilih dalam pemilihan yang akan digelar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta pada 3-6 Desember 2019.

“Yang pertama Akbar Tandjung, yang rajin turun ke bawah dan itu harus diikuti. Sebagai ketua umum partai politik, tidak ada hari-hari bagi Akbar Tandjung untuk duduk manis di Jakarta. Tapi tiap hari, paling tidak Jumat-Sabtu-Minggu keliling seluruh Indonesia, ke 514 Kabupaten/Kota,” katanya di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Baca Juga :  Setelah 19 Hari Dirawat Karena Covid-19, Ratu Dangdut Elvy Sukaesih Diperbolehkan Pulang, Masih Isolasi Mandiri

Sementara itu Aburizal Bakrie menurutnya memberikan perhatian yang serius pada proses pembinaan partai. Pada masa Ical menurut Bamsoet, DPP menyiapkan dana pembianan partai ke daerah.

“Walaupun jumlahnya tidak besar, tapi ini mengikat dan membuat daerah-daerah menjadi merasa memiliki daripada partai ini. Untuk kabupaten/kota setiap bulan tidak pernah kurang dari 5 juta, memang tidak besar tapi bagi DPD 2 kabupaten/kota, ini bentuk penghargaan dan bentuk pembinaan yang bagus. Begitu juga ke tingkat I, setiap bulan dari DPP dikirimkan 15-25 juta, tergantung wilayahnya,” katanya.

Baca Juga :  252 Pegawai Kementerian Kesehatan Positif Covid-19, Tertinggi dari Klaster Perkantoran. Ini Kata Kemenkes: Kemungkinan Tertular di Kantor Kecil

Dana tersebut menurut Bamsoet digunakan untuk sosialisasi, konsolidasi, dan penggeblengan.

“Dua ini lah yang ke depan akan saya lakukan. Jadi demikian, partai ini tetap ada dalam sejarah politik di Indonesia. Dan yang terpenting adalah partai Golkar harus kembali ke khitahnya,” ujarnya.

www.tribunnews.com