JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kisah Pilu Penderitaan Pariyem, Janda Miskin di Tasikmadu Karanganyar Belasan Tahun Hidup Dalam Kelumpuhan. Bungsunya Alami Gangguan Mental, Sulungnya Jadi TKI Hilang Kabar

Penyerahan bantuan untuk Mbah Pariyem dari Babhinkamtibmas dan Babinsa. Foto/Wardoyo

IMG 20191216 WA0027
Penyerahan bantuan untuk Mbah Pariyem dari Babhinkamtibmas dan Babinsa. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kisah penderitaan kaum papa kembali mencuat di Karanganyar. Kali ini, seorang janda menjalani hidup bersama anaknya dalam kondisi memprihatinkan.

Adalah Jumiyem (60), warga Dusun Kodokan RT 06/ 02, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu. Selama belasan tahun, ia dan putranya, hanya hidup bergantung dari tetangga dan bantuan orang lain.

Jumiyem yang mengalami kelumpuhan
Hanya bisa duduk dan berbaring di lantai dengan kasur yang sudah lusuh. Seluruh aktivitas dilakukannya di lantai yang beralaskan kasur tipis ini.

Sedangkan anaknya yang bernama Nasib, mengalami keterbelakangan mental. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Jumiyem bersama anaknya, hanya berharap belas kasihan dari para tetangga dan bantuan dari berbagai pihak.

Menurut penuturan tetangganya, Jumiyem tidak bisa berjalan setelah sebelumnya terjatuh dan mengalami patah di bagian pinggul.

Baca Juga :  Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi Saksikan Simulasi Teknik Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di Jaten Karanganyar

“Kondisiya memang memprihatinkan mas. Ibu Pariyem hanya bisa berbaring dan tiduran. Semua aktivitas dilakukan di lantai yang beralaskan kasur tipis. Anaknya juga mengalami keterbelakangan mental. Untuk makan sehari-hari, saya yang selalu memasak untuk mereka. Sedagkan untuk lauknya beli di warung,” ujar Parinah, salah satu tetangga Jumiyem, Senin (16/12/2019).

Menurut Parinah, sebenarnya Jumiyem memiliki dua orang anak. Anak pertama bekerja sebagai TKI di luar negeri. Namun sejak berangkat lima tahun lalu, tidak pernah pulang bahkan, ujar Parinah anaknya tersebut tidak bisa dihubungi.

“Ibu Jumiyem sebenarnya memiliki dua anak. Anak pertama bekerja menjadi tenaga kerja, tapi gak pernah pulang dan sulit dihubungi. Sedangkan anak kedua, yang bernama Nasib itu, yang memiliki keterbelakangan mental,” ujarnya.

Baca Juga :  Sejumlah Profesor Peneliti dari UNS, UGM dan Undip Ungkap Ada Potensi Pembangkit Listrik Luar Biasa di Desa Berjo Karanganyar!

Bhabinkamtibmas Desa Papahan, Bripka Supriyanto, usai memberikan bantuan, mengatakan, bantuan yang diberikan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap warga yang kurang mampu.

Apalagi, Jumiyem tidak bisa melakukan aktivitas apapun.

“Ini bentuk keperdulian kami saja Mas. Bersama Babhinsa Koramil Tasikmadu, kami berinisiatif memberikan bantuan seadanya,” paparnya.

Kepala Desa Papahan, Tri Sadono, mengungkapkan pemerintah desa tidak tinggal diam dan telah memberikan bantuan.

Selain bantuan rehab rumah, Jumiyem juga telah terdaftar sebagai penerima bantuan PKH dan BPNT.

“Ibu Pariyem secara rutin juga telah menerima bantuan pangan. Meski demikian, nanti akan kami tindak lanjuti lagi. Termasuk kemungkinan memberikan bantuan pengobatan. Hanya saja memang kita kesulitan untuk menghubungi keluarganya,” tandasnya. Wardoyo