JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Lawan Kakak Sendiri, Mulyono Sukses Jabat Kades Wonorejo Sragen Untuk Kedua Kali. Siap Lebih Maju, Camat Pesan Kritik Boleh Tapi Jangan Dipaidu!

550
Kades Wonorejo terpilih, Mulyono saat berpose bersama perangkat desa seusai sertijab di balai desa setempat, Selasa (31/12/2019). Foto/Wardoyo
loading...
Kades Wonorejo terpilih, Mulyono saat berpose bersama perangkat desa seusai sertijab di balai desa setempat, Selasa (31/12/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMAR NEWS.COM Meski banyak calon petahana berguguran di Pilkades Sragen 2019, hal itu tak berlaku di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung.

Mulyono, sang kades petahana sukses melanggengkan tahta untuk kedua kalinya. Menariknya, sama seperti pencalonan pertamanya, pada kontestasi keduanya di Pilkades serentak September 2019 lalu, dia juga nyaris tak banyak keluar keringat.

Ya, Mulyono menang mutlak karena hanya melawan kakaknya sendiri, Suryanto. Bisa ditebak, perolehan suara sang petahana nyaris sempurna. Kali ini, Mulyono meraup suara 1.454 suara atau 81 persen, dan kakaknya hanya meraup 202 suara saja.

Dan Selasa (31/12/2019), kades muda usia itu akhirnya resmi dikukuhkan melalui prosesi serah terima jabatan dengan Pj Kades. Sertijab digelar di gedung serba guna Desa Wonorejo dengan dihadiri Muspika dan ratusan lembaga, perangkat desa hingga tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah, ini yang kedua kali saya dipercaya masyarakat untuk memimpin kembali Desa Wonorejo. Dari awal, dua kali nyalon memang calon tunggal. Akhirnya kemarin kakak saya yang ndampingi,” paparnya ditemui usai Sertijab.

Mulyono menguraikan dua kali tanpa lawan sungguhan, menurutnya membuktikan bahwa masyarakat memang masih memberinya amanah dan percaya kepemimpinannya.

Baca Juga :  Mubalig Asal Gondangrejo Yang Tersambar KA di Perlintasan Kalijambe Sragen Bernama Budi Widayanto. Korban dan Mobilnya Sempat Terseret 10 Meter
Kades Mulyono dan sang istri, Setyaningsih saat menerima potongan tumpeng. Foto/Wardoyo

Hal itu dinilai tak lepas dari pola keterbukaan, komunikasi yang baik dengan semua lapisan masyarakat maupun lembaga desa, yang selama ini dia kedepankan.

“Untuk periode kedua ini, memang akan saya arahnya kebijakan pembangunan untuk peningkatan ekonomi dan pemberdayaan. Kalau fisik mungkin nggak akan ada habisnya. Alhamdulillah, saat ini kalau infrastruktur jalan sudah 70 persen teratasi. Terakhir bendungan sudah kelar,” terangnya.

Lebih lanjut, Mulyono menyampaikan ke depan pembangunan fisik akan lebih diarahkan menyentuh sektor pertanian. Utamanya adalah peningkatan jalan usaha tani dan memperbanyak sumur dalam.

Hal itu mengingat kondisi masyarakat di desanya yang sebagian besar mengandalkan pertanian. Sementara, selama ini problem yang dihadapi sebagian besar adalah soal kekurangan air irigasi.

“Untuk 2019, kita sudah anggarkan dana desa untuk bangun dua sumur. Di 2020 juga ada celah dari provinsi kita akan minta untuk dibuatkan sumur. Biar irigasi petani lebih memadai. Karena selama ini permasalahan paling kompleks di sini adalah air untuk pertanian,” tandasnya.

Foto/Wardoyo

Selain mengucapkan terimakasih untuk semua masyarakat dan tim sukses, Mulyono di bagian akhir juga berharap agar semua elemen lebih solid, lebih kompak untuk membangun Wonorejo lebih maju lagi.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Bus Sugeng Rahayu Gasak Sopir Ojek Online dan Anak Balitanya di Sebelah SPBU Nglangon Sragen Korban Tewas Mengenaskan, Putrinya Dilarikan ke IGD RSUD

“Karena desa ini bukan milik saya pribadi, jadi semua harus kompak dan lebih guyub lagu untuk bersama-sama membangun lebih maju,” pungkasnya.

Sementara, dalam sambutannya Camat Kedawung, Nugroho Dwi Wibowo mengapresiasi Wonorejo yang pada Pilkades lalu menjadi paling aman dari 9 desa di Kecamatan Kedawung.

Ia hanya berpesan agar semua elemen dan masyarakat bisa lebih kompak lagi dan Kades bisa membawa Desa Wonorejo lebih maju lagi.

“Mungkin tahun depan anggaran fisik tidak besar lagi. Saya hanya berpesan, tingkatkan pemberdayaan. Silakan mengkritik, tapi yang membangun. Bukan dipaidu, soalnya nek wong nyambut gawe wis rekoso dipaido itu rekosone,” tandasnya. Wardoyo