JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mendarat di Karanganyar, Mobil Dinas Jeep Rubicon Rp 1,9 Miliar Langsung Direyen Bupati ke Rapat Paripurna. Heru Sebut Bupati Makin Tak Peka Sosial!

Mobdin Jeep Rubicon Bupati Karanganyar yanh sudah tiba dan terus mengundang pro kontra. Foto/Wardoyo
Mobdin Jeep Rubicon Bupati Karanganyar yanh sudah tiba dan terus mengundang pro kontra. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR,JOGLOSEMARNEWS.COM Meski sempat menjadi polemik dan sorotan nasional, pengadaan mobil dinas jenis Jeep Wrangler Rubicon Bupati Karanganyar, tetap berjalan.

Mobil warna oranye menyala seharga Rp 1, 9 miliar tersebut, tiba di halaman  parkir  rumah dinas bupati,  Selasa  (24/12/2019) sore.

Mobil dinas mewah tersebut, langsung digeber dan ditunggangi menuju rapat paripurna  di DPRD Karanganyar, Kamis (26/12/2019).

Ditemui sebelum mengikuti rapat paripurna  di DPRD, Bupati Karanganyar,  Juliyatmono mengatakan, mobil dinas baru itu dinilai sangat sesuai dengan  kondisi alam yang ada.

Baca Juga :  Hasil Evaluasi Gubernur, APBD Perubahan Karanganyar 2020, Pendapatan Berkurang Rp 129 Miliar, Belanja Berkurang Rp 43 Miliar

“Mobil Rubicon dua pintu ini adalah  jenis off road dan sesuai dengan  kondisi alam yang ada di Karanganyar,” kata bupati kepada wartawan, Kamis  (24/12/2019).

Bupati mengaku tidak mengalami  kesulitan saat mobil ini tiba di Karanganyar.

“Saya tidak kagok. Ini kan jenis matik.   Pertama kali datang sudah saya coba keliling rumah dinas. Nanti akan kita  coba naik ke Segorogunung,  Ngargoyoso,” ujarnya.

Baca Juga :  Pak RT Buran Yang Positif Covid-19 Diketahui Bekerja di Pabrik Kebakkramat. Keluarga Sempat Minta Hasil Swab, Tapi Ditolak Pihak Rumah Sakit

Terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera,  Indonesia Heru Santoso, menegaskan,  bahwa bupati telah kehilangan rasa simpati dan tidak memiliki kepekaan  sosial atas kondisi masyarakat  Karanganyar.

“Ini semakin memperjelas jika bupati  tidak memiliki kepekaan sosial, ” tegasnya.

Disinggung mengenai jenis mobil dengan tipe off road dengan dua pintu,  Heru mensinyalir jika nantinya mobil  tersebut akan digunakan untuk keperluan dan kepentingan  yang bersifat pribadi.

“Arah yang jelas. Penggunaan lebih ke pribadi dan bukan kediaman,” tegasnya. Wardoyo