JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Miris, 6.000 Rumah Warga di Karanganyar Masih Tak Layak Huni. Dispermades Sebut Tahun Depan Ada Bantuan Untuk Rehab 720 RTLH 

Ilustrasi Pengerjaan bedah RTLH di TMMD Sukorejo, Jumat (19/10/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi Pengerjaan bedah RTLH. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH)  di wilayah kabupaten Karanganyar terbilang masih cukup tinggi.

Hingga akhir 2019 ini, tercatat masih ada hampir 6.000 rumah warga miskin yang masih dalam kategori tak layak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Utomosidhi Hidayat mengakui masih banyaknya RTLH di Karanganyar.

Untuk mengurangi RTLH tersebut, maka akan dikerjakan  bersama organisasi perangkat daearah (OPD) lainnya.

Menurut Utomosidhi, pada tahun 2020, telah dianggarkan untuk membangun sebanyak 720 RTLH.

Baca Juga :  Dapat Restu Jokowi, Pemkab Karanganyar Langsung Kebut Perubahan Anggaran. Anggaran Refokusing Covid-19 Rp 247 Miliar Diperkirakan Hanya Sisa Rp 5-10 Miliar

Dengan anggaran masing-masing RTLH sebesar Rp 10 juta. Penuntasan pembangunan RTLH ini, juga berasal dari dana APBN dengan jumlah yang sama, serta disalurkan melalui Dinsos, dan APBD Provinsi melalui Dishub PKP.

“Bantuan yang disalurkan melalalui Dispermades akan disalurkan melalui kelompokSatu kelompok ada 10 RTLH di desa tersebut, dan kelompok itu bertanggung jawab terhadap pelaksanaan bantuan itu,” paparnya kepada wartawan, Minggu (8/12/2019).

Program bantuan RTLH itu, nantinya diharapkan terwujud rumah layak huni, berdinding batako, berlantai plester, serta memiliki jendela rumah, sehingga terwujud rumah sehat.

Baca Juga :  Ternyata Karanganyar Jadi Primadona Pecinta Gowes, Tapi Sayangnya Banyak Yang Keluhkan Ini!

“Dengan anggaran yang dimiliki Pemkab Karanganyar serta anggaran dari pemerintah pusat dengan dana dari APBN  dan APBD provinsi, setiap tahun, dapat menuntaskan setidaknya 1000 unit  RTLH  di Karanganyar. Sehinngga dalam kurun waktu lima tahun ke depan,   seluruh RTLH itu sudah berubah  menjadi rumah layak huni,” tukasnya.  (8/12/2019). Wardoyo