JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Parkir Pengajian Habib Syech di Samping Alun-alun Dikeluhkan Tembus Rp 5.000, Bupati Sragen Berang. “Gandeng Saber Pungli, Tindak Bekingnya!”

Karcis parkir di belakang atrium (kiri), Bupati Sragen (kanan). Foto kolase/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Karcis parkir di belakang atrium (kiri), Bupati Sragen (kanan). Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN,JOGLOSEMARNEWS.COM Agenda pengajian Pramuka Bershalawat yang digelar di Alun-alun Sragen akhir pekan lalu menyisakan cerita tak mengenakkan.

Sejumlah warga mengeluhkan tarif parkir di pengajian yang menghadirkan Habib Syech itu yang dirasa mencekik dan memberatkan. Pasalnya di dekat Alun-alun yakni di belakang kompleks atrium tarif parkir ditarik sampai Rp 5.000.

Padahal biasanya tarif parkir di wilayah itu hanya Rp 2.000. Ironisnya, parkir itu ditarik dengan karcis yang mirip karcis resmi keluaran dinas terkait.

“Iya kemarin saya ditarik Rp 5.000 di belakang Atrium pas pengajian Habib Syech itu. Bukan soal besar kecilnya uang, tapi ini sudah nggak wajar. Karena paling banter parkir motor resmi itu hanya Rp 2.000. Yang aneh, nariknya juga ada girik (karcis) seperti resmi,” papar Joko, salah satu warga, Selasa (18/12/2019).

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku juga geregetan mendengar keluhan parkir dengan tarif tam wajar itu.

Baca Juga :  Polisi Amankan Puluhan Motor Milik Pelaku Perusakan Tugu 3 Tugu PSHT Sragen. Kapolres Sebut Masih Mendata Pelaku, Minta Semua Menahan Diri!

Ia pun mengaku siap mengambil tindakan tegas dengan menerjunkan
dan bekerja sama dengan Satgas Pungutan Liar (Pungli) dalam menangani parkir liar yang meresahkan masyarakat.

Berdasar aduan yang dia terima, tarif parkir diluar batas kewajaran sering diberlakukan oknum juru parkir saat berlangsung event event besar di Kabupaten Sragen.

Puncak kekesalan masyarakat  dan ditumpahkan lewat media sosial pada saat Pramuka Bersholawat bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf Jumat (13/12/2019) malam di Alun alun Sasono Langen Putro.

Mereka dipungut parkir sebesar Rp 5.000 di Fasilitas Parkir dalam Ruang Milik Jalan atau on street parking. Warga mempertanyakan aturan soal parkir insidental itu karena selisihnya sangat jauh dibandingkan hari-hari biasa.

”Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan masalah parkir ilegal tersebut. Saya juga meminta Dinas Perhubungan memastikan tidak ada ada petugas parkir ilegal,” tandasnya.

Baca Juga :  Cerita di Balik Temuan 2 Mahkluk Jenglot Yang Gemparkan Sragen. Air di Sekitarnya Mendadak Seperti Mendidih, Warga Sempat Ketakutan Tak Ada Yang Berani Mengambil

Menurut bupati tidak ada alasan menaikkan tarif parkir diluar aturan. Harusnya tarif yang digunakan sesuai peraturan daerah. Dia meminta jika menggelar event, wajib bagi dishub untuk menyisir lokasi agar tidak ada parkir liar.

“Kita gandeng satgas Pungli. Di dalamnya tergabung Aparat Penegak Hukum (APH). Kalau ada bekingnya, harus ditindak tegas,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dishub Sragen Muhari melalui Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Umum Dishub Sragen Bintoro Setyadi menegaskan, pelaku parkir yang menarik tarif tak wajar itu dipastikan bukan dari anggota parkir resmi yang dibawah naungan Dishub.

Pihaknya juga sudah menerjunkan tim untuk menindaklanjuti itu. Ia menegaskan jika sampai terbukti ada anggotanya yang menarik pungli bakal ditindak tegas juga.

”Untuk tepi jalan umum, jika terbukti anggota kami akan dskorsing, pemindahan area bahkan kami lepas,” bebernya. Wardoyo