JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Pemkot Solo Tunggu Instruksi Gubernur Terkait Larangan Konsumsi Daging Anjing

Sejumlah banner terpasang saat kelompok pecinta anjing dari berbagai kota di Jawa Tengah menggelar kampanye Anjing Bukan Makanan di acara hari bebas kendaraan kawasan Simpanglima, Semarang (9/4/2017) / tempo.co

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Menindaklanjuti instruksi dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Pemerintah Kota Solo kini menunggu instruksi soal pembuatan perturan daerah (Perda) mengenai larangan daging anjing.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, sebenarnya Perda bukan lagi satu-satunya solusi yang bisa sitempuh.

“Hingga saat ini kami belum dapat instruksi dari gubernur,” kata FX Hadi Rudyatmo di Surakarta, Rabu (4 Desember 2019. Menurutnya, Pemkot Surakarta siap menjalankan arahan dari Ganjar Pranowo terkait pembuatan perda tentang larangan konsumsi daging anjing.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Kota Solo membuat peraturan daerah larangan mengkonsumsi anjing.

Baca Juga :  Satpol PP Solo Terbitkan SOP Tanggap Bencana Covid-19 Bagi Linmas

Hal itu disampaikan Ganjar ketika bertemu aktivis perlindungan hewan Dog Meat Free Indonesia pada Selasa (3/12/2019).

“Sebenarnya pembuatan perda bukan satu-satunya solusi,” kata Rudyatmo.

Pasalnya, larangan konsumsi daging anjing tidak bisa diberlakukan secara mendadak lantaran telah menjadi mata pencaharian bagi sebagian masyarakat.

Menurutnya, larangan itu harus diawali dengan menjalin komunikasi yang intensif dengan para pemilik warung daging anjing.

“Kami harus mengupayakan agar mereka benar-benar siap untuk beralih pekerjaan,” katanya.

Rudyatmo juga merasa perlu untuk bertemu dengan komunitas pecinta anjing.

“Siapa tahu mereka juga memiliki usul-usul yang bagus untuk persoalan ini,” ujar Rudyatmo.

Baca Juga :  Keraton Se-Nusantara Gelar Pertemuan di Solo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Kredit Usaha Rakyat

Pemerintah, menurut dia, harus meminimalisasi dampak dari adanya larangan tersebut, terutama kemungkinan bertambahnya angka pengangguran.

Sayangnya, dia mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah warga yang menggantungkan mata pencahariannya pada jual beli daging anjing itu.

“Saat ini kami tengah melakukan pemetaan,” katanya.

Namun dia yakin jumlahnya cukup banyak.

Sebelumnya, Dog Meat Free Indonesia menyebutkan 13.700 ekor anjing dibunuh untuk dikonsumsi setiap bulan di wilayah Surakarta, Jawa Tengah.

Belasan ribu ekor anjing tersebut dipasok dari Jawa Barat yang masih berstatus belum bebas rabies.

www.tempo.co