JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Reaksi Gubernur Ganjar Pranowo Saat Tinjau Air Bengawan Solo di Blora

Gubernur Ganjar Pranowo saat ngecek sungai bengawan solo. Foto/Humas Jateng
Gubernur Ganjar Pranowo saat ngecek sungai bengawan solo. Foto/Humas Jateng

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemprov Jateng mengklaim pencemaran yang terjadi di Sungai Bengawan Solo mulai teratasi sedikit demi sedikit.

Bahkan untuk aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah Ngloram Blora yang sempat viral karena airnya menghitam, kini sudah terlihat jernih.

Kamis (12/12/2019) siang, Ganjar meninjau aliran sungai Bengawan Solo di Kracakan Ngloram Blora. Dibantu warga sekitar, Ganjar turun dari bantaran ke tengah-tengah sungai dan mendekati grojogan air yang sempat viral karena berwarna hitam.

“Sudah sepuluh hari ini (airnya) baik, Pak. Ikannya sudah melompat-lompat. Makanya saya dan temen-temen berani mancing,” kata Haryanto (35), warga Kracakan.

Kepada Ganjar, Haryanto menjelaskan bagaimana kondisi dan kualitas air sungai Bengawan Solo pada bulan lalu. Dia berharap hal tersebut tidak akan terulang di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga :  Jatingaleh, Kali Pancur dan Sejarah Perjalanan Sunan Kalijaga

“Bulan lalu hitam Pak, seperti kopi. Baunya saja seperti bangkai. Kalau Pak Gubernur kan bisa mengatasi,” ujarnya.

Sudah membaiknya kualitas air Sungai Bengawan Solo tersebut tidak terlepas dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah mempertemukan berbagai pihak.

Termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai terpanjang di pulau Jawa itu.

“Sehingga hari ini lumayan lebih baik. Mudah-mudahan ada efek dari pertemuan ketika semua berkumpul di provinsi,” imbuh gubernur.

Ganjar juga menjelaskan beberapa waktu lalu pihaknya juga menemukan indikasi pembuangan limbah menggunakan truk.  Namun terlepas dari hal tersebut, kondisi secara keseluruhan, khususnya di Blora, sudah membaik.

“Kondisinya tadi relatif lebih baik. Ikan-ikan sudah keluar. Cuma ketika dikonsumsi perlu proses di PDAM dan hasilnya belum terlalu bagus,” katanya.

Baca Juga :  Desa Jetak Butuh Sokongan Pemerintah untuk Jadi Desa Wisata

Untuk mengatasi hal tersebut Ganjar mengajukan dua langkah antisipatif. Pertama, menerima air tersebut karena merupakan kebutuhan dasar. Kedua, pemerintah daerah mesti mendorong proses penjernihan air, baik menggunakan kapur atau arang.

Setelah mengecek di sungai Bengawan Solo itu, Ganjar berkunjung ke kantor PDAM Tirta Amerta wilayah Cepu. Ganjar mengecek proses pengolahan air sampai bisa didistribusikan.

Selain itu Ganjar juga langsung mengecek suplai air di tingkat pelanggan. Buntoro, salah satunya, dia menjelaskan kepada orang nomor satu di Jawa Tengah itu, meski sudah mengalir namun airnya keruh meskipun tidak sehitam beberapa Minggu lalu.

“Sekarang keruh. Ini masih mendingan dari pada satu atau dua Minggu lalu yang tidak mengalir karena katanya terkena limbah. Ya airnya seperti itu. Semoga saja diperbaiki,” harapnya. JSnews