JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Siap-siap, Sebentar Lagi Yang Tak Punya Kartu Miskin Dilarang Beli Gas Elpiji 3 KG Warna Hijau Melon!

Sebuah truk pengangkut elpiji 3 kg saat melintas di jalan Sragen-Tanon. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Sebuah truk pengangkut elpiji 3 kg saat melintas di jalan Sragen-Tanon. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Masyarakat yang sudah masuk kategori mampu, agaknya harus menyiapkan diri untuk mulai melupakan tabung gas elpiji 3 kilogram.

Pasalnya mulai bulan depan atau awal 2020, pemerintah bakal menerapkan kebijakan penggunaan elpiji 3 kg hanya untuk masyarakat miskin saja.

Sebagai parameternya, nantinya gas elpiji warna hijau melon yang bersubsidi itu hanya boleh dibeli oleh warga yang memiliki kartu miskin dari program apapun.

“Ya, ini masih dalam kajian. Menurut rencana dari pemerintah akan mulai diberlakukan tahun depan. Jadi pemerintah memang memperketat penjualan gas elpiji 3 kg hanya untuk masyarakat tidak mampu. Nanti kalau beli harus bisa menunjukkan kartu miskinnya boleh PKH, KIP, KIS, Kartu Tani atau sejenisnya. Pokoknya selain itu, berarti masyarakat mampu dan tidak boleh membeli gas melon lagi,” papar Kepala Dinas Perdagangan Sragen, Tedi Rosanto, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , kemarin.

Baca Juga :  Gawat, Terlanjur Naik Pesawat dan Tiba di Kalimantan, Pemuda asal Sragen Baru Ketahuan Swabnya Dinyatakan Positif Covid-19. Setelah Diswab Ulang Ternyata Hasilnya Mengejutkan!

Tedi menguraikan kebijakan larangan gas elpiji 3 kg bagi masyarakat mampu itu sebenarnya sudah lama diberlakukan. Sebab elpiji 3 kg yang bersubsidi itu pada prinsipnya hanya diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu.

Hanya saja, praktik di lapangan selama ini masih banyak warga mampu bahkan PNS, yang nekat memakai elpiji 3 kg.

Pemerintah pun berasumsi dengan banyaknya gas elpiji 3 kg lari ke masyarakat mampu, maka subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi warga tidak mampu, akhirnya salah sasaran.

Selain warga miskin, nantinya elpiji 3 kg hanya boleh dibeli oleh petani menyusul kebijakan pemerintah yang membolehkan alokasi gas elpiji 3 kg untuk pertanian.

Baca Juga :  Polres Sragen Ringkus 4 Tersangka Sindikat Maling Motor Lokalan. Beraksi Puluhan Kali, Total 27 Motor Curian Berhasil Diamankan

Lantas bagaimana nasib warga yang tak punya kartu miskin? Tedi menguraikan masyarakat di luar kategori tak mampu, nantinya akan disiapkan gas elpiji non subsidi ukuran 5 dan 8 kg.

Gas dua ukuran itu akan diproduksi untuk masyarakat di luar KK miskin dan dijual bebas. Warna tabungnya nanti adalah oranye.

“Nah jumlahnya berapa, ini yang masih dalam pendataan terus. Kalau elpiji yang non subsidi 5 dan 8 kg itu nanti dijual bebas karena nggak ada subsidinya. Tentu saja harganya mungkin akan lebih mahal sedikit,” tandasnya. Wardoyo