JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sosok Kresna Widya Permana, Kades Termuda Hasil Pilkades Serentak di Sragen 2019. Siap Turun Langsung ke 40 RT Untuk Serap Aspirasi, Bertekad Angkat Desa Sambi dari Zona Merah

2103
Kresna Widya Permana didampingi bapaknya, Bambang Widjo Purwanto. Foto/Wardoyo
loading...
Kresna Widya Permana didampingi bapaknya, Bambang Widjo Purwanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Setelah melalui proses panjang, agenda pesta demokrasi desa bernama Pilkades serentak yang dihelat di 167 desa akhirnya memasuki titik kulminasi, Jumat (27/12/2019) tadi. Sebanyak 167 Kades terpilih resmi dilantik oleh bupati dan mengemban amanah untuk menjabat enam tahun ke depan mulai 2019-2025.

Nah, dari 167 Kades yang terpilih, mayoritas memang tokoh-tokoh yang sudah cukup umur alias di atas kepala empat. Namun ada beberapa di antaranya yang terbilang masih hijau alias Kades berusia muda.

Satu di antaranya adalah Kresna Widya Permana yang terpilih sebagai Kades di Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo. Dia menyandang predikat sebagai Kades termuda di usia 28 tahun, lebih muda 10 hari dari Kades Taraman, Anang Cahyono yang juga berusia 28 tahun.

Putra kedua dari anggota DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto itu, menorehkan sejarah dengan memenangkan Pilkades di desa yang notabene beda kecamatan dan menumbangkan petahana.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada warga di Desa Sambi yang memberi saya amanah. Semoga amanah ini bisa saya emban untuk memajukan dan memperbaiki desa Sambi lebih maju lagi,” paparnya ditemui usai pelantikan di gedung SMS Sragen.

Kresna mengatakan pelantikan pada hakekatnya bukan tujuan dari Pilkades. Akan tetapi tujuan atau goal utamanya ketika nanti Kades yang sudah dipilih rakyat itu bekerja mengimplementasikan visi misi untuk memperbaiki desa yang dipimpinnya.

Ia menyadari di usia relatif muda, mungkin banyak yang masih meragukan. Akan tetapi ia meyakinkan bahwa dengan tekad dan semangat membangun bersama warga, dirinya bisa merubah dan memperbaiki desa Sambi yang selama ini melekat predikat zona merah dan sarat masalah.

Baca Juga :  Miris, Kecelakaan Maut di Nglorog Sragen, Motor Ngebut Gasak Nenek-Nenek Hingga Kakinya Terlepas dan Tewas Mengenaskan

“Sejak awal saya memang sudah punya konsep untuk bagaimana memberdayakan desa ini. Salah satunya mungkin di aspek pariwisata. Nanti juga sudah kita konsep dan nanti akan kita bahas dengan masyarakat kira-kira apa yang pas untuk dibangun di sana dan bermanfaat untuk masyarakat. Apakah water boom atau wahana wisata lainnya, tentu butuh survei dan sebagainya. Mungkin nanti bapak juga akan bantu karena kebetulan beliau jadi anggota DPRD, sehingga bareng-bareng membangun dan memajukan Sambi,” terangnya.

Lebih lanjut, Kresna juga sudah menyiapkan gebrakan untuk melakukan perubahan. Yakni dengan akan terjun langsung ke 40 RT di desanya untuk menyerap aspirasi warga dan mengembalikan kepercayaan terhadap pemerintahan desa.

“Permasalahan di desa saya banyak sekali. Yang pertama nanti kami akan berusaha mengembalikan kepercayaan warga kepada pemerintahan desa. Satu contoh di bidang administrasi kependudukan sedikit semrawut, nanti kita akan koordinasikan dengan Dispendukcatpil untuk memperbaiki. Sebelum dilantik, kemarin satu persatu masalah di desa sudah kita selesaikan. Dan yang terpenting juga, tahun depan akan kita fokuskan anggaran ke pembangunan infrastruktur dulu. Karena banyak infrastruktur jalan yang masih rusak,” tukasnya.

Di bagian akhir, Krena mengaku tak minder meskipun masih berusia muda. Ia bahkan meyakinkan bahwa negara ini membutuhkan sosok-sosok muda atau milenial yang memiliki pemikiran mendobrak dan memperbaiki keadaan.

Baca Juga :  Awas, Mulai Hari Ini, Desa di Sumberlawang Sragen Ini Berlakukan Pengetatan 3 Jalur Masuk ke Desa. Disiapkan Pintu Pantau, Dijaga Ketat Petugas Untuk Periksa Semua Pendatang dari Luar Wilayah

“Pak Jokowi menterinya juga banyak yang kalangan milenial. Karena kita tidak punya kepentingan apapun kecuali membangun desa,” tandasnya.

Sementara, sang bapak, Bambang Widjo Purwanto mengatakan awalnya putranya itu memang tidak pernah ada niatan untuk maju Pilkades. Namun seiring berjalan waktu, ternyata banyak warga Desa Sambi yang mendorong dan meminta agar putranya maju di Pilkades Sambi agar bisa membenahi Sambi.

“Jadi lebih karena permintaan masyarakat Desa Sambi, karena Sambi itu memang masuk zona merah dan tertinggal. Karena permintaan warga itulah, akhirnya saya izinkan dia mencalonkan. Kami juga berterimakasih kepada masyarakat Desa Sambi atas kepercayaan yang diberikan kepada anak saya. Apalagi KTP dia kan Gondang, dan mencalonkan di Sambi. Tapi Alhamdulillah dengan dukungan warga, bisa dapat kemenangan mutlak. Kami mohon doa restunya, semoga anak saya bisa membawa Sambi lebih maju ke depan,” pungkasnya. Wardoyo