JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tak Punya Biaya Bayar Tukang, Sejumlah Warga Miskin Penerima Bantuan RTLH di Karanganyar Kebingungan. Bantuan Material Masih Mangkrak 

Ilustrasi Pengerjaan bedah RTLH di TMMD Sukorejo, Jumat (19/10/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi Pengerjaan bedah RTLH di TMMD Sukorejo, Jumat (19/10/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Sejumlah warga miskin penerima bantuan RTLH dilaporkan tidak dapat membagun rumahnya, meskipun sudah ada bantuan berupa bahan bangunan. Seperti yang berada di Desa Ngadirejo, kecamatan Mojogedang.

Di desa itu terdapat sebanyak empat rumah yang belum bisa membangun kembali rumahnya.

Padahal mereka telah menerima bantuan berupa bahan bangunan senilai Rp 10 juta, berujud pasir, batako, besi, semen, dan lainnya. Para penerima bantuan ini mengaku tidak memiliki dana untuk membayar biaya tukang.

Baca Juga :  Kemelut Jelang Konggres PSSI Karanganyar, Ketua Perkumpulan Aparatur Desa Karanganyar Serukan Gegeran Harus Dihentikan. Sebut Polemik Bikin Malu Karanganyar!

Kadus Ngadirejo Suroso mengatakan,  ada empat warga yang menerima bantuan RTLH  dan dilanjutkan dengan pengiriman bahan bangunan ke rumah penerima.

Suroso mengaku tidak mengetahui dari instansi mana bantuan itu berasal. Bahkan menurut Suroso, bahan bangunan tersebut telah diikirm satu bulan yang lalu dan sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya.

Pasalnya, penerima bantuan RTLH, tidak sanggup membayar biaya tukang yang besarannya mencapai Rp 100.000 hingga Rp 125.000 perhari.

“Karena tidak ada pemberitahuan selanjutnya, proses pembangunan RTLH belum bisa dilaksanakan, karena terkendala biaya tukang. Bagaimana mau membayar tukang, makan sehari-hari saja kebingungan,” kata dia, Minggu (08/12/2019).

Baca Juga :  Kubu Kontra Kongres PSSI Karanganyar Datangi Kubu Pelaksana Kongres, Pertanyakan Keabsahan Pelaksana Tugas

Masih banyaknya RTLH di Karanganyar, membuat keprihatinan banyak pihak, di tengah isu pengadaan mobil dinas bupati yang tergolong mewah, berupa Jeep Rubicon.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera, Indardi Heru Santoso, yang diperlukan saat ini adalah kepekaan sosial pemerintah terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakkat, termasuk untuk menuntaskan masalah RTLH ini. Wardoyo