JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tensinya Sampai 200, Sopir Bus Sugeng Rahayu Langsung Diminta Berhenti Nyopir Dulu

Pemeriksaan tensi sopir armada jelang arus mudik di terminal Pilangsari Sragen. Foto/Wardoyo
Pemeriksaan tensi sopir armada jelang arus mudik di terminal Pilangsari Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Menjelang musim mudik libur natal dan tahun baru, jajaran polisi dan Dishub kembali disibukkan dengan antisipasi kelancaran armada.

Nah sebagai antisipasi pula, mereka juga melakukan pengecekan kondisi armada dan pengemudinya. Terutama armada angkutan antar provinsi.

Seperti yang digelar di Terminal Pilangsari, Sragen tadi pagi. Ada puluhan sopir kendaraan angkutan umum diberhentikan dan diperiksa kondisi kesehatannya.

Satu persatu armada AKAP dicek. Pun dengan sopirnya juga jadi sasaran pengecekan. Pada umumnya kondisi para sopir cukup sehat dan tidak terpengaruh alkohol maupun narkoba.

Namun ada temuan mengejutkan dari sejumlah sopir AKAP yang diperiksa. Salah satunya sopir Bus Sugeng Rahayu,
yang ditemukan dalam kondisi tensi 200 alias super tinggi.

Baca Juga :  Ngontel Ngos-ngosan, Penjual Jajanan Asal Sulawesi Pasrah Bongkokan Tertangkap Razia Tak Pakai Masker di Sragen. Merengkek Tak Punya Uang Rp 50.000, Tak Hafal Pancasila dan Lagu Indonesia Raya, Akhirnya Bayar Denda Pakai Ini!

Sopir bernama Parluji (43) itu pun terpaksa harus diistiraharatkan dulu. Usai diperiksa kesehatannya, Parluji mengaku memang diminta untuk istirahat terlebih dahulu. Sebab tensi darahnya tinggi dan terkena asam urat.

”Tadi disuruh istirahat dulu Mas. Tensinya 200,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Selama ini Parluji nengaku sudah terbiasa mengemudikan bus sampai delapan jam untuk satu arah. Bus Sugeng Rahayu sendiri selama ini dikenal dengan kecepatannya yang kadang mengarah ugal-ugalan sehingga sering dijuluki raja jalanan.

“Di Jogja istirahat 1,5 jam, kalau di Surabaya istirahatnya agak lama. Bisa 2,5 jam,” tuturnya.

Baca Juga :  Rumah Seharian Tertutup, Marmi asal Ngargosari Sragen Ternyata Ditemukan Sudah Tergeletak Tak Bernyawa di Ranjangnya

Sementara Kasat Lantas lAKP Sugiyanto menjelaskan, pengecekan dilakukan untuk memastikan kelayakan kendaraan. Terutama dalam menghadapi arus mudik Natal dan Tahun Baru 2020. Hal ini bagian dari upaya menekan kecelakaan lalu lintas.

”Sejauh ini semua awak bus bisa jalan dengan pertimbangan. Tadi ada yang sampai 170 tensi darahnya. Tapi dari kesehatan sudah merekomendasi masih sehat kita izinkan untuk jalan,” terang AKP Sugiyanto.

Dia menjelaskan ada sekitar 20 kendaraan bersama awak bus dengan berbagai catatan. Namun masih perlu diberi peringatan.  Dengan pemeriksaan itu bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang.

”Jadi kita mengambil langkah pemeriksaan untuk melindungi para penumpang,” jelasnya. Wardoyo