JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Antisipasi Antraks Dari Gunungkidul Menjalar ke Wonogiri, Begini Langkah yang Ditempuh Pengusaha Jagal dan Pedagang Sapi Kota Sukses

Petugas Dislapernak Wonogiri menyuntik seekor sapi milik peternak.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Puluhan jagal dan pedagang maupun peternak Wonogiri berkumpul di ruang Giri Manik Setda Kabupaten Wonogiri, Rabu (29/1/2020). Mereka mengikuti sarasehan bersama Bupati Wonogiri dalam rangka kewaspadaan mengantisipasi penyakit hewan menular.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Wonogiri Sutardi mengatakan sarasehan bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat dan pelaku usaha peternakan dalam pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di Kabupaten Wonogiri. Meningkatkan rasa disiplin dan tanggung jawab para pelaku usaha dalam mentaati aturan yang berlaku dalam menjalankan usahanya.

Baca Juga :  Paslon Josss dan Harjo Diminta Bikin Satgas COVID-19, Salah Satunya Untuk Memastikan Pelaksanaan Kampanye Sesuai Prokes, Supaya Terhindar Dari Permasalahan Batasan Massa Kampanye

“Dengan adanya penyakit antraks yang berada di Kabupaten Gunungkidul perlu memberikan pemahaman tentang keewaspadaan mengantisipasi penyakit hewan menular. Sehingga perlu kerja sama semua stakeholder dari tingkat kabupaten sampai desa untuk memberikan pemahaman bahanyanya penyakit antraks atau penyakit menular lainnya dengan harapan sehat wargane, sukses peternake,” kata dia.

Bupati menyampaikan Pemkab Wonogiri mempunyai tanggungjawab yang begitu berat terlebih di era keterbukaan informasi dengan hadirnya revolusi industry 4.0. Artinya terjadi percepatan informasi salah satunya informasi yang berkaitan dengan satu kejadian luar biasa yakni di daerah Gunungkidul ada penyakit antraks.

Baca Juga :  Dari Layanan KB Gratis di Puskesmas Giriwoyo 1 dan 2 Wonogiri Sukses Jaring 32 Akseptor, ini Perinciannya

“Gunungkidul berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri. Untuk itu pemerintah diwajibkan untuk melakukan antisipasi agar bisa memberikan perlindungan, jaminan, kepastian,” jelas dia.

Melalui sarasehan itu tercipta komitmen bersama bahwa pelaku usaha punya kesadaran untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Wonogiri dengan menjaga kualitas-kualitas daging dan kualitas aktifitas ekonomi. Kalau ada kejadian luar biasa, semua mempunyai kedisiplinan dan kesadaran. Rumah potong hewan diminta jangan menerima ternak yang terjangkit penyakit. Aria