JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas Cuaca Ekstrim Hari Ini, 20 Kecamatan di Sragen Berpotensi Rawan Tersapu Puting Beliung. Wilayah Sragen Barat Paling Rawan

276
Ilustrasi puting beliung dan angin kencang. Dok/JSnews
loading...
Ilustrasi puting beliung dan angin kencang. Dok/JSnews

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Masyarakat di Sragen diminta senantiasa waspada menyusul prakiraan cuaca ekstrim yang terjadi hari ini, Sabtu (4/1/2020).

Bahkan, BPBD setempat melansir sebanyak 20 kecamatan atau hampir semua kecamatan yang ada di Kabupaten Sragen, masuk kategori rawan angin dan berpotensi diterjang angin puting beliung atau angin kencang.

Kepada wartawan, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono mengatakan 20 kecamatan itu antara lain, Gemolong, Gesi, Gondang, Jenar, Kalijambe, Karangmalang, Kedawung, Masaran, Miri, Mondokan, Ngrampal, Plupuh, Sambirejo, Sambung Macan, Sidoharjo, Sragen, Sukodono, Sumberlawang, Tangen dan Tanon.

“Semua atau 20 kecamatan di Sragen ini punya potensi terjadinya angin,” paparnya dihubungi, Jumat (3/1/2020).

Sugeng menguraikan dari 20 kecamatan itu, ancaman paling besar ada di wilayah Sragen bagian barat. Yakni meliputi Kecamatan Kalijambe, Gemolong, Miri dan Sumberlawang.

Baca Juga :  Diserbu Gerombolan Wartawan Bodrek dan LSM Abal-Abal, Kepala Sekolah dan Kades di Sragen Resah. Modus Minta Jutaan Disertai Paksaan, Ada Yang Sampai Nyengging Guru

Menurutnya hal itu dikarenakan beberapa faktor. Seperti di wilayah itu tidak ada pemecah angin seperti keberadaan bangunan besar, dan gunung.

Hal itu membuat angin yang berhembus bisa sangat dahsyat. Karenanya pihaknya mengimbau masyarakat lebih waspada dan siaga jika cuaca ekstrim terjadi.

“Yang paling penting adalah kita melakukan kesiapsiagaan terhadap terjadinya itu (angin kencang),” terangnya.

Sugeng menambahkan pihaknya telah mendirikan posko bersama di Mako BPBD Sragen. Posko ini disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi
kemungkinan terjadi bencana di Sragen.

Posko bersama itu telah dioperasikan sejak dua hari lalu melibatkan semua unsur, baik dari relawan, Palang Merah Indonesia (PMI), kepolisian dan TNI.

Baca Juga :  Ibu Yang Dipaksa Ngemis Bersama Anak Balitanya di Gemolong Sragen, Ternyata Tengah Hamil 7 Bulan. Langsung Diselamatkan Satpol PP dan Dinsos

“Posko bersama ini untuk memudahkan koordinasi ketika terjadi bencana di Sragen. Posko mulai dibuka dua hari yang lalu,” imbuhnya.

Sementara dari prediksi BMKG, cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi di wilayah Sragen hingga hari ini, Sabtu 4 Januari 2020. Cuaca ekstrem ditandai dengan hujan lebat disertai petir dan angin kencang atau puting beliung. Wardoyo