JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas Cuaca Ekstrim Hari Ini, 20 Kecamatan di Sragen Berpotensi Rawan Tersapu Puting Beliung. Wilayah Sragen Barat Paling Rawan

Ilustrasi puting beliung dan angin kencang. Dok/JSnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi puting beliung dan angin kencang. Dok/JSnews

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Masyarakat di Sragen diminta senantiasa waspada menyusul prakiraan cuaca ekstrim yang terjadi hari ini, Sabtu (4/1/2020).

Bahkan, BPBD setempat melansir sebanyak 20 kecamatan atau hampir semua kecamatan yang ada di Kabupaten Sragen, masuk kategori rawan angin dan berpotensi diterjang angin puting beliung atau angin kencang.

Kepada wartawan, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono mengatakan 20 kecamatan itu antara lain, Gemolong, Gesi, Gondang, Jenar, Kalijambe, Karangmalang, Kedawung, Masaran, Miri, Mondokan, Ngrampal, Plupuh, Sambirejo, Sambung Macan, Sidoharjo, Sragen, Sukodono, Sumberlawang, Tangen dan Tanon.

“Semua atau 20 kecamatan di Sragen ini punya potensi terjadinya angin,” paparnya dihubungi, Jumat (3/1/2020).

Baca Juga :  Tertular dari Bosnya asal Solo, Buruh Pabrik Kayu Asal Sumberlawang Sragen Yang Positif Covid-19 Akhirnya Berhasil Sembuh. Sempat Berjuang Selama Sepekan Melawan Virus

Sugeng menguraikan dari 20 kecamatan itu, ancaman paling besar ada di wilayah Sragen bagian barat. Yakni meliputi Kecamatan Kalijambe, Gemolong, Miri dan Sumberlawang.

Menurutnya hal itu dikarenakan beberapa faktor. Seperti di wilayah itu tidak ada pemecah angin seperti keberadaan bangunan besar, dan gunung.

Hal itu membuat angin yang berhembus bisa sangat dahsyat. Karenanya pihaknya mengimbau masyarakat lebih waspada dan siaga jika cuaca ekstrim terjadi.

“Yang paling penting adalah kita melakukan kesiapsiagaan terhadap terjadinya itu (angin kencang),” terangnya.

Sugeng menambahkan pihaknya telah mendirikan posko bersama di Mako BPBD Sragen. Posko ini disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi
kemungkinan terjadi bencana di Sragen.

Baca Juga :  Gawat, Terlanjur Naik Pesawat dan Tiba di Kalimantan, Pemuda asal Sragen Baru Ketahuan Swabnya Dinyatakan Positif Covid-19. Setelah Diswab Ulang Ternyata Hasilnya Mengejutkan!

Posko bersama itu telah dioperasikan sejak dua hari lalu melibatkan semua unsur, baik dari relawan, Palang Merah Indonesia (PMI), kepolisian dan TNI.

“Posko bersama ini untuk memudahkan koordinasi ketika terjadi bencana di Sragen. Posko mulai dibuka dua hari yang lalu,” imbuhnya.

Sementara dari prediksi BMKG, cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi di wilayah Sragen hingga hari ini, Sabtu 4 Januari 2020. Cuaca ekstrem ditandai dengan hujan lebat disertai petir dan angin kencang atau puting beliung. Wardoyo