loading...
Sarasehan dan FGD di Karanganyar. Dok. Pribadi

WONOGIRI, JOGLOSEMAR NEWS.COM – Warga Nahdliyin Karanganyar mengikuti sarasehan dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Strategi Penguatan Dakwah, Pendidikan dan
Pemberdayaan Ekonomi.

Dalam rilis yang diterima JOGLOSEMAR NEWS.COM di Wonogiri, Senin (6/1/2020), sarasehan dan FGD digelar dalam rangka menggali potensi warga Nahdliyin di Kabupaten Karanganyar.

Luluk Nur Hamidah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), memotori kegiatan ini di Kantor PCNU Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (4/1/2020). Selain Mbak Luluk, Anggota DPRD Provinsi Mukafi Fadli dan Anggota DPRD Karanganyar Tony dan Rosyid hadir pada acara tersebut. Demikian pula pengurus PCNU dan Banom-Banomnya yaitu Pengurus Muslimat, Pengurus Fatayat, Pengurus IPNU dan IPPNU. Pengurus Pagar Nusa dan Lembaga Ma’arif juga hadir PERGUNU (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama).

Selain mereka Mbak Luluk juga mempertemukan dua kepentingan yaitu pelaku usaha dan pihak perbankan. Tujuannya para pelaku usaha dapat mengakses modal ke bank.

Terdeteksi di wilayah Karanganyar ada 902 pelaku usaha kecil dari warga Nahdliyiin. Untuk menopang usaha tersebut Mbak Luluk mendorong pihak bank dapat memberikan kemudahan akses modal.

Baca Juga :  Pencurian Motor di Nglaroh Desa Pule Kecamatan Selogiri Wonogiri. Kunci Kontak Sudah Dicabut, Honda Beat Masih Saja Digondol Pencuri

Luluk Nur Hamidah berkomitmen mensinergikan antara NU dan PKB, keduanya harus bisa saling mengisi untuk tujuan kemaslahatan umat.

“Ke depan NU harus berkontribusi lebih baik dalam sosial kemasyarakatan maupun dalam pengambilan kebijakan pemerintah melalui wakil-wakilnya di parlemen,” kata dia.

Ketua PCNU Kabupaten Karanganyar mengapresiasi kegiatan itu. Pasalnya ada singkronisasi visi dan misi antara
NU dengan PKB, juga penguatan kelembagaan Nahdliyin.

Suasana sarasehan dan FGD semakin hidup ketika 2 fasilitator yang dihadirkan Mbak Luluk berbicara tentang bagaimana strategi penguatan dakwah, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Yaitu
Baharudin (Qoryah Thoyyibah-Salatiga) dan Syukur Fakhruddin (Ketua API Jateng).

Kedua fasilitator sepakat bahwa strategi yang luar biasa yang sudah menjadi tradisi warga Nahdliyin yaitu musyawarah, bisa menjadi strategi kunci khususnya pemberdayaan ekonomi. Setiap musyawarah harus menghasilkan sebuah ide kegiatan atau yang keren disebut dengan bisnis plan.
Dari sini akan muncul kekuatan strategi dan pemberdayaan apalagi jika yang dilibatkan adalah perempuan muda.

Baca Juga :  2 Ahli Waris Warga Eromoko dan Ngadirojo Wonogiri Terima Santunan Program BPJS Ketenagakerjaan. Masing-masing Dapat 42 Juta Dari JKM dan JHT

Jika pembinaan ini dilakukan secara masif, selain akan menjadi kekuatan ekonomi lokal, juga akan menjadi kekuatan ekonomi keluarga. Dalam konsep keluarga sejahtera dalam bingkai konsep “Baiti Jannati”.

Dalam Sarasehan dan FGD tersebut banyak muncul ide dan usulan khusunya dari lembaga pendidikan yang berasas NU. Mbak Luluk menyampaikan jika memang ada yang siap dengan konsekuensi administrasi akan diusulkan BLK atau Balai Latian Kerja. Keberadaan lembaga ketrampilan ini menjadi
sebuah keniscayaan yang akan menjadi tempat mengasah ketrampilan warga Nahdliyin yang nantinya siap bersaing di dunia usaha maupun di dunia pendidikan.
Aria