JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Buru Pelaku, Mayat Bayi di Plupuh Sragen Dibawa ke RSUD Moewardi Untuk Diotopsi. Kapolres Sebut Ada Kemungkinan Hasil Hubungan Gelap

4769
AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo. Foto/Wardoyo
loading...
AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Mayat bayi merah yang ditemukan mengambang di Sungai Bengawan Solo dukuh setempat, Selasa (21/1/2020) petang masih misteri. Hingga kini polisi masih mendalami penyelidikan untuk menguak motif meninggalnya bayi serta pelaku yang tega membuangnya ke sungai.

Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan saat ini tim masih mengintensifkan penyelidikan kasus tersebut. Guna kepentingan itu, mayat bayi malang itu dibawa ke RSUD Moewardi Solo untuk dilakukan otopsi.

“Jenasah bayi masih dilakukan otopsi. Dari otopsi itulah nanti akan bisa diketahui penyebab meninggalnya apa,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (23/1/2020).

Kapolres menguraikan otopsi juga diperlukan untuk menguak riwayat kematian bayi. Termasuk mengetahui berapa lama dibuang dari waktu dilahirkan.

Selain otopsi, polisi juga sudah dikerahkan untuk menyisir tempat-tempat persalinan, bidan atau lokasi yang dimungkinkan membantu persalinan di sekitar lokasi atau ke wilayah di atasnya.

“Masih kita lakukan penyisiran. Karena melihat posisinya ditemukan di sungai, ada kemungkinan harus dirunut ke atasnya dulu. Semua tempat yang dimungkinkan untuk membantu persalinan,” terangnya.

Perihal kemungkinan hasil hubungan gelap, Kapolres belum bisa memastikan. Akan tetapi, ia menyebut segala kemungkinan bisa terjadi.

“Ya mungkin saja. Tapi kami masih menunggu hasil otopsinya dulu. Karena dari situ akan bisa diketahui riwayatnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Atasi Kendala Karya Ilmiah Guru, PGRI Kabupaten Sragen Buat Gebrakan Rintis Jurnal Ilmiah Bernama Dwija Sukawati

Seperti diberitakan, bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran sungai Bengawan Solo wilayah Dukuh Karangasem, Gentan Banaran, Plupuh, Sragen, Selasa malam pukul 19.00 WIB.

Diduga, bayi itu belum lama dilahirkan dan sengaja dibuang. Pasalnya saat ditemukan, kondisinya masih ada sisa tapi pusar dan sebagian bekas air ketuban di kakinya.

Data yang dihimpun di lapangan, mayat bayi itu ditemukan pukul 17.30 WIB oleh warga sekitar, Candra (32) warga Dukuh Karangasem RT 7, Gentan Banaran, Plupuh.

Petang tadi ia sedang mencari burung di tepi sungai. Saat turun ke sungai, ia kaget mendapati ada sesosok benda mengapung di aliran sungai agak tepi.

“Awalnya aku lihat kaya boneka. Setelah kudekati dan kutengok ternyata mayat bayi. Sempat kaget, dan saya jongkok saya lihat lagi ternyata bayi. Saya langsung ngabari warga,” paparnya ditemui di lokasi, petang ini.

Candra menguraikan dari pengamatannya, bayi itu belum lama dibuang. Kondisinya memang sudah agak membusuk dan mengeluarkan aroma agak menyengat.

Saksi lain, Sugino (68) warga Dukuh Karangasem RT 7 B menuturkan tadi petang, dirinya kebetulan tengah mencari ikan di sungai samping rumahnya.

Setelah Candra memberitahu ada mayat bayi, dirinya langsung mendekat. Sepengetahuannya, mayat bayi itu berada di aliran muara di dekat tepian sungai.

Baca Juga :  Jika Parpol Tak Berani Usung Calon Lawan Petahana, Pilkada Sragen Dinilai Berpotensi Terjadi Anomali dan Menang Kotak Kosong

“Posisinya bayi itu menghadap ke atas dan sudah agak nggondo (berbau). Pas di aliran sungai agak muleg di dekat batu-batu padas. Kalau kaki dan tangannya serta kepala masih bagus.  Jenis kelaminnya cewek. Kalau lihat kondisinya kayaknya belum lama dilahirkan karena tali pusarnya masih ada sepanjang jari tengah,” tuturnya.

Setelah memastikan itu mayat bayi, ia langsung berinisiatif melapor ke perangkat desa setempat. Tak lama berselang tim Polsek, Inafis Polres dan PMI Sragen langsung meluncur melakukan olah TKP dan evakuasi jasad bayi.

Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi mengatakan sesaat setelah menerima laporan, tim PMI langsung meluncur ke lokasi untuk mengevakuasi jasad bayi. Jasad bayi berhasil dievakuasi pukul.19.00 WIB dan selanjutnya dibawa ke RSUD Sragen.

“Jenasah bayi itu langsung dibawa ke RSUD dengan ambulans PMI Sragen,” tandasnya. Wardoyo