loading...

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Pembangunan ekonomi yang semula lebih berorientasi pada pertumbuhan industri berskala besar telah bergeser ke pada pembangunan ekonomi yang lebih ditekankan pada ekonomi kerakyatan berupa industri kecil dan menengah.

Perubahan-perubahan tersebut memberikan peluang untuk tumbuh berkembangnya kegiatan-kegiatan baru yang produktif untuk meningkatkan kemampuannya untuk bersaing dalam perekonomian global.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan hal itu saat memberikan sambutan dalampembukaan bazar sinergi ekonomi 234 MTA perwakilan Sukoharjo. Bazar berlangsung selama tiga hari 23-25 Januari 2020, bertempat di Gedung MTA Dukuh Tempel RT 1 RW 5 Desa Toriyo Kecamatan Bendosari.

Baca Juga :  Duetkan Joko Paloma dengan Ketua Muhammadiyah, Sekretaris Gerindra Jateng Optimis Bisa Putus Dinasti Politik di Pilkada Sukoharjo 2020

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Joko Nurhadiyanto, Sabtu (25/1/2020) mengatakan, turut hadir Pimpinan Pusat Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA) pusat Ustad Ahmad Sukino. Kegiatan diikuti oleh 80 stand pengusaha, 48 stand cabang, 4 stand satgas dan 1 photobooth.

Acara diisi dengan berbagai sesi seperti seminar kewirausahaan, rembug ekonomi warga, pelatihan memasak, lomba pengajian, mat matan serta pengajian akbar.

Bazar sinergi ekonomi 234 MTA Sukoharjo bertajuk Berdaya Bersama Warga.

Ketua MTA Kabupaten Sukoharjo Sugeng mengatakan ajang ini dilaksanakan berlatarbelakang memperkenalkan para pengusaha warga MTA di Kabupaten Sukoharjo. Mereka punya potensi besar sehingga diharapkan bisa bersinergi dan saling membutuhkan dan warga bisa mengambil pelajaran dari para pengusaha tersebut.

Baca Juga :  Selamat, BPC PHRI Sukoharjo Periode 2020-2025 Resmi Dikukuhkan dan Dilantik. Ini Bocoran Agenda yang Akan Dilaksanakan

“Kami berharap dengan adanya bazar ekonomi dua tiga empat ini dapat memberikan manfaat,” jelas dia. Aria