JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dipatok Ular Berbisa, Satu Warga Sidoharjo Sragen Dilarikan ke RSUD. Sempat Dibawa ke Bidan Namun Kondisinya Tak Membaik

2202
Ilustrasi ular / tempo.co
loading...
Ilustrasi ular / tempo.co

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Maraknya kemunculan anak ular berbagai jenis di wilayah Sragen belakangan ini, memakan korban.

Salah satu warga Dukuh Gebung, RT 24, Desa Patihan, Sidoharjo, Sragen bernama Sukiman (60) terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah dipatok anakan ular berbisa.

Kakek malang itu dipatok anakan ular yang diduga jenis ular hijau. Insiden itu terjadi Kamis (16/1/2020) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Menurut keterangan warga, pagi itu korban sedang membersihkan rumput di belakang rumahnya. Pada saat membersihkan, ia mendadak dikejutkan dengan gigitan anakan ular hijau di bagian jari manis.

“Setelah itu, korban kesakitan dan kembali ke rumah. Dia langsung dibawa ke bidan desa Bu Yayuk untuk mendapatkan pengobatan,” ujar Dar, salah satu warga.

Baca Juga :  Siap-siap, Dokter PNS di Sragen Tak Akan Bisa Lagi Berleha-Leha. DPRD Siapkan Raperda Kesehatan, Menjamurnya Pendirian Klinik Juga Akan Diatur

Rupanya korban tak kunjung membaik. Kakek malang itu kondisinya makin menurun dengan gejala pusing, mual dan muntah.

Akhirnya, sekitar pukul 17.00 WIB tadi, oleh bidan, korban disarankan untuk dirujuk ke RSUD Sragen dan oleh keluarga langsung dilarikan ke RSUD.

“Dari keterangan warga, sebelum dibawa ke rumah sakit, korban memang merasakan pusing,mual dan muntah,” terang personel rescue Poldes Masaran Unit Patihan, Alfian Rendi Prasetya, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (16/1/2020) malam.

Setelah menerima laporan, pihaknya langsung menyisir ke lokasi kejadian. Namun ular hijau yang mematok Mbah Kiman, sudah ditemukan dibunuh.

“Ularnya masih anakan. Dugaan kami ular hijau dan memang berbisa,” tukasnya.

Baca Juga :  Sate Kambing Pak Surono, Jadi Legenda di Pasar Bunder Sragen

Atas insiden itu, pihaknya mengimbau agar warga senantiasa berhati-hati jika berada di lokasi semak-semak atau lokasi lembab. Jika menemukan ular, disarankan segera melapor ke rescue agar bisa dievakuasi.

“Yang penting jangan panik, diusir saja jangan dibunuh. Karena makin banyak ular dibunuh, nanti keseimbangan ekosistem akan hilang,” tukasnya. Wardoyo