JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Ini Bahaya Virus Corona, Bisa Menular Sebelum Pasien Tunjukkan Gejala

Seorang petugas keamanan memeriksa suhu penumpang setelah semakin menyebarnya virus corona di pintu tol pada malam menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di Xianning, provinsi Hubei, Cina 24 Januari 2020 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Salah satu bahaya yang menakutkan pada virus corona adalah kemampuannya menular pada krang lain sebelum orang yang terinfeksi menunjukkan gejala.

Hal itu dikatakan oleh Menteri Kesehatan Cina Ma Xiaowei, Minggu (26/1/2020). ³
Temuan ini sebelumnya dilaporkan dalam jurnal medis The Lancet edisi Jumat oleh tim dokter yang terdiri dari pakar penyakit menular Hong Kong Profesor Yuen Kwok-yung, dan didasarkan pada penelitian mereka terhadap keluarga dengan tujuh orang yang dirawat di University of Hong Kong, Rumah Sakit Shenzhen antara 10-15 Januari, dikutip dari South China Morning Post, 27 Januari 2020.

Enam anggota keluarga kemudian didiagnosis dengan coronavirus, yang dikenal sebagai 2019-nCoV, yang menyebabkan meningkatnya kekhawatiran di seluruh dunia tanpa petunjuk tentang bagaimana penyebarannya. Dari enam anggota keluarga yang terinfeksi virus tersebut, seorang bocah lelaki berusia 10 tahun pada awalnya tidak menunjukkan gejala-gejala luar tetapi pemindaian CAT pada paru-parunya menunjukkan terkena pneumonia.

“Seperti yang ditunjukkan dalam penelitian ini, masih penting untuk mengisolasi pasien, melacak, dan kontak karantina sedini mungkin karena infeksi asimptomatik tampaknya mungkin,” kata laporan itu.

Enam anggota keluarga melakukan perjalanan ke Wuhan dari Shenzhen antara 29 Desember dan 4 Januari, menurut para dokter, dan bocah laki-laki dengan infeksi tanpa gejala, yang dijuluki Pasien 5 dalam penelitian ini, adalah satu dari dua anak dalam kelompok itu.

Anak lainnya adalah seorang gadis berusia tujuh tahun yang tidak menunjukkan gejala dan tidak seperti anak laki-laki itu, “dilaporkan disuruh ibunya mengenakan masker bedah selama waktu di Wuhan”.

Laporan itu mengatakan pemindaian CAT paru-paru anak itu dilakukan atas desakan orang tua, meskipun ia tidak memiliki gejala luar. Laporan itu juga mencatat bahwa dua anggota keluarga lain yang kemudian didiagnosis dengan virus Corona Wuhan adalah demam ketika mereka pertama kali datang ke rumah sakit.

Para peneliti juga mengaitkan hubungan antara virus Corona dengan hewan liar yang dijual di pasar makanan laut di Wuhan. Kaitan ini dikonfirmasi pada hari Rabu oleh Gao Fu, direktur jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina.

Keluarga yang menjadi subjek penelitian tidak memiliki riwayat kontak dengan hewan, kunjungan ke pasar termasuk pasar grosir makanan laut Huanan di Wuhan, atau makan daging di restoran, kata para peneliti.

Seorang penasihat senior untuk lembaga kesehatan AS menyebut laporan ini sebagai sesuatu yang rumit.

“Ketika saya mendengar ini, saya berpikir, ‘oh sayang, ini lebih buruk daripada yang kami perkirakan.’ Itu berarti infeksi itu jauh lebih menular daripada yang kita duga,” kata Dr. William Schaffner, penasihat untuk Centers for Disease Control and Prevention, dikutip dari CNN.

Schaffner menambahkan bahwa informasi baru ini mempersoalkan praktik AS saat ini untuk mengisolasi virus sehingga tidak menyebar melampaui tiga kasus yang telah muncul di negara bagian Washington, California, dan Illinois.

Schaffner, seorang ahli penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center mengatakan bahwa jika Ma benar, “kita harus mengevaluasi kembali strategi kita, itu pasti.”

Dan jika demikian, selama sekitar dua minggu orang-orang yang bahkan tidak tahu bahwa mereka sakit dapat menyebarkan virus, yang telah menewaskan lebih dari 50 orang di Cina dan menginfeksi ribuan lainnya.

Hingga kini virus Corona telah menyebar hingga ke negara Asia lain, Prancis, Kanada, dan AS, yang kini memiliki tiga kasus di California, negara bagian Washington, dan Illinois.

www.tempo.co

Baca Juga :  Waspadai Penyakit MIS-C pada Anak yang Terinfeksi Virus Corona: Gejala Muncul 3-4 Minggu setelah Kena Covid-19, Bisa Tanpa Demam, Batuk, dan Sesak